Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Evaluasi Olimpiade Paris, DPR Tekankan Pentingnya Pendampingan Psikologi bagi Atlet

Qur'anul Hidayat , Jurnalis-Selasa, 13 Agustus 2024 |19:40 WIB
Evaluasi Olimpiade Paris, DPR Tekankan Pentingnya Pendampingan Psikologi bagi Atlet
Andreas Hugo Pareira. (Foto: Dok Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Indonesia berhasil menduduki peringkat ke-39 di Olimpiade Paris 2024 dengan perolehan dua medali emas dan satu medali perunggu. Meski hasilnya cukup memuaskan, Komisi X DPR RI memberikan sejumlah evaluasi demi peningkatan olahraga nasional.

"Saya mengapresiasi seluruh atlet yang telah bertanding dan bekerja keras untuk mengharumkan nama bangsa. Termasuk juga bagi para pelatih, tim official, dan tim pendukung lainnya atas kesuksesan Indonesia di Olimpiade Paris 2024,” kata Anggota Komisi X Andreas Hugo Pareira, Selasa (13/8/24).

Secara khusus, Andreas menyampaikam apresiasi kepada Veddriq Leonardo (panjat tebing) dan Rizky Juniansyah (angkat besi) yang berhasil memperoleh medali emas, serta Gregoria Mariska Tunjung (bulutangkis) dengan medali perunggunya. Bagi atlet yang belum membawa kemenangan, ia memberi semangat untuk terus berjuang demi meraih prestasi di kemudian hari.

“Terima kasih atas dedikasi dan kerja keras semua Kontingen Indonesia pada Olimpiade Paris 2025. Pencapaian ini berkat perjuangan dan usaha bersama yang saya tahu tidaklah mudah,” ungkapnya.

“Dan seperti yang disampaikan Ibu Ketua DPR Puan Maharani, kesuksesan Tim Garuda di Olimpiade Paris menjadi kado untuk peringatan HUT ke-79 RI,” sambung Andreas.

Keberhasilan Tim Merah-Putih di Olimpiade Paris pun dinilai menjadi bukti bahwa Indonesia memiliki potensi keunggulan di sejumlah cabang olahraga (cabor), selain bulutangkis. Namun, masih banyak pekerjaan rumah (PR) yang harus dilakukan demi kemajuan olahraga nasional.

Menurut Andreas evaluasi dan perbaikan perlu dilakukan dalam upaya peningkatan kualitas olahraga nasional dari mulai tingkat daerah sampai dengan pusat, berkaca dari sejumlah atlet potensial Indonesia yang tumbang di babak awal Olimpiade Paris 2024.

"Seperti bulutangkis, cabor andalan yang biasanya menyumbang emas. Kita perlu evaluasi mengapa di Olimpiade Paris 2024 ini performanya kurang. Dengan evaluasi, kita bisa perbaiki dari yang kurang-kurang itu,” tutur Legislator dari Dapil NTT I tersebut.

Andreas mengingatkan, Indonesia sudah memiliki Desain Besar Olahraga Nasional (DBON) yang merupakan amanat dari UU Nomor 11 Tahun 2022 tentang Keolahragaan. Dalam pelaksanaannya, DBON menjadi acuan dalam pengembangan olahraga nasional.

DBON merupakan program Pembangunan Olahraga Jangka Panjang 2021-2045 yang mencakup: olahraga pendidikan, olahraga masyarakat dan olahraga prestasi. Salah satu target dari DBON yakni Indonesia mampu meraih prestasi terbaik di Olimpiade 2044.

"Kita sudah punya DBON, panjat tebing sebenarnya sudah masuk DBON, meskipun baru dimulai sejak 2 tahun ini. Ke depan pembinaan olahraga harus berjenjang sesuai yang sudah diamanatkan dalam UU Keolahragaan yang telah disepakati antara DPR dan Pemerintah," jelas Andreas.

Meskipun Pemerintah sudah mengeluarkan Perpres Nomor 86 Tahun 2021 tentang DBON, Andreas menyebut masih diperlukan pula aturan-aturan turunan untuk menunjang teknisnya, terutama untuk pembibitan dan pembinaan atlet.

"Harus ada aturan pendukung untuk implementasi itu, termasuk penyiapan fasilitas penunjang. Kami mendorong Pemerintah untuk segera membuat aturan turunan dari UU Keolahragaan terkait pembinaan atlet,” sebutnya.

Oleh karena itu, Komisi X DPR yang membidangi urusan olahraga mendorong Pemerintah untuk segera mengeluarkan aturan pelaksana teknis lainnya terkait DBON. Khususnya untuk cabor-cabor prioritas.

 

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement