Wapres juga mengangkat isu kemanusiaan dalam konteks bencana dan konflik global. Hal ini memperlihatkan kepedulian Indonesia terhadap kondisi dunia yang terus diwarnai instabilitas.
“Bapak Wakil Presiden juga menggarisbawahi bahwa bencana tidak hanya bersifat alamiah tetapi sebagian adalah tindakan dari manusia itu sendiri. Dan kita lihat apa yang terjadi di Gaza, Ukraine, Sudan, Sahel dan banyak wilayah lain. Berbagai peristiwa ini menegaskan perlunya penempatan kemanusiaan di pusat tata kelola global dan mendorong G20 sebagai teladan,” kata dia.
Menurut Airlangga, berbagai pandangan Wapres tersebut sejalan dengan pandangan negara-negara lain. Hal ini menandakan bahwa Indonesia berada pada posisi strategis dalam menggalang dukungan internasional.
“Apa yang disampaikan oleh Bapak Wakil Presiden diperkuat oleh negara lain, baik Afrika Selatan yang menutup rangkaian kepemimpinan Global South dengan menekankan pentingnya ruang lebih besar bagi benua Afrika. Afrika ini dianggap sebagai benua masa depan dengan pertumbuhan cepat, potensi strategis yang mendukung industrialisasi, pembangunan berkelanjutan dan stabilitas ekonomi global,” tuturnya.
(Erha Aprili Ramadhoni)