Ia mengingatkan periode 2030–2035 akan menjadi fase penting bagi Indonesia yang diperkirakan memasuki puncak bonus demografi. Jika dimanfaatkan dengan baik, momentum ini diyakini akan membawa kemajuan signifikan bagi negara.
Sigit juga menyoroti semakin kompleksnya tantangan tugas ke depan, baik akibat perkembangan teknologi maupun dinamika geopolitik global yang dapat mempengaruhi kondisi keamanan dalam negeri.
"Oleh karena itu, para taruna tentunya harus terus menempa diri sehingga menjadi perwira TNI-Polri yang berkualitas, karena salah satu kunci utama dalam menyambut bonus demografi dan tantangan tugas tersebut adalah dukungan sumber daya manusia Indonesia yang unggul," tambahnya.
Menurut Sigit, pendidikan dasar integratif menjadi pondasi untuk menumbuhkan rasa kebersamaan dan soliditas sejak awal, sekaligus memperkuat hubungan emosional antarcalon perwira lintas matra.
Ia juga mengutip pesan Presiden Prabowo Subianto mengenai peran strategis TNI dan Polri.