Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Kasus Super Flu Terdeteksi di Sejumlah Provinsi, Partai Perindo: Peringatan Dini Lindungi Kesehatan!

Tim Okezone , Jurnalis-Senin, 05 Januari 2026 |20:50 WIB
Kasus Super Flu Terdeteksi di Sejumlah Provinsi, Partai Perindo: Peringatan Dini Lindungi Kesehatan!
Sri Gusni Febriasari, Wakil Sekjen yang juga Kepala Unit Pelayanan Masyarakat DPP Partai Perindo (Foto: Dok)
A
A
A

JAKARTA -  Sebanyak 62 kasus influenza A(H3N2) subclade K tersebar di 8 provinsi, dengan sebaran tertinggi di Jawa Timur, Kalimantan Selatan, dan Jawa Barat hingga akhir Desember 2025. Data itu merujuk Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

Mayoritas kasus terjadi pada anak-anak dan perempuan, menjadikan isu ini berkaitan langsung dengan perlindungan kesehatan keluarga. Partai Perindo menyoroti temuan puluhan kasus influenza A(H3N2) subclade K atau yang dikenal sebagai “super flu” di Indonesia sebagai peringatan dini untuk memperkuat kesiapsiagaan kesehatan publik, khususnya pada level pelayanan kesehatan primer.

Pemantauan virus ini telah berlangsung sejak Agustus 2025 dan terkonfirmasi melalui whole genome sequencing (WGS) per 25 Desember 2025 melalui sistem surveilans ILI–SARI di fasilitas kesehatan. Secara global, subclade K telah dilaporkan di lebih dari 80 negara, dengan peningkatan influenza A(H3) sejak minggu ke-40 tahun 2025. 

Hal ini juga menjadi perhatian Sri Gusni Febriasari, Wakil Sekjen yang juga Kepala Unit Pelayanan Masyarakat DPP Partai Perindo.

Menurut dia, fakta bahwa subclade ini sudah dilaporkan di lebih dari 80 negara dan menunjukkan peningkatan kasus secara global maka harus menjadi peringatan dini bagi Indonesia, terutama pasca libur panjang dan meningkatnya mobilitas masyarakat. 

"Situasi ini menegaskan pentingnya sistem kesehatan yang sigap di level paling dekat dengan masyarakat. Puskesmas harus diperkuat, baik dari sisi kapasitas deteksi dini, kesiapan tenaga kesehatan, maupun akses layanan bagi kelompok rentan,” tegas Sri Gusni, dikutip Senin (5/1/2026).

Melihat situasi tersebut, Partai Perindo mendorong penguatan layanan kesehatan primer, terutama puskesmas dan fasilitas kesehatan dasar, sebagai garda terdepan deteksi dini dan penanganan awal. Kapasitas surveilans, kesiapan tenaga kesehatan, serta ketersediaan layanan dasar harus dipastikan merata, khususnya di wilayah padat penduduk. 

Sri Gusni menambahkan, dominasi kasus pada usia anak tidak boleh dipandang sebagai isu biasa. Ketika anak-anak menjadi kelompok paling terdampak, maka ini adalah alarm serius bagi negara untuk memastikan perlindungan kesehatan keluarga berjalan optimal, bukan sekadar respons darurat. 

"Penanganan super flu tidak boleh reaktif. Kewaspadaan, pencegahan, dan deteksi dini harus menjadi strategi utama agar isu ini tidak berkembang menjadi beban kesehatan yang lebih besar bagi masyarakat,” ujarnya.

Vaksinasi influenza tetap menjadi langkah perlindungan penting. Riset menunjukkan bahwa vaksin influenza tetap memberikan perlindungan signifikan, dengan efektivitas sekitar 72–75% pada anak-anak dan remaja, serta 32–39% pada orang dewasa terhadap flu yang cukup parah untuk membutuhkan perawatan medis. 

Pada media briefing akhir Desember lalu, Ketua Umum Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), dr. Piprim B. Yanuarso, telah menjelaskan bahwa istilah super flu tidak serta-merta berarti fatal, namun merujuk pada potensi gejala yang lebih berat dibanding flu musiman, terutama pada anak dengan penyakit penyerta, lansia, serta pasien dengan komorbid. 

Ia juga menekankan virus ini sulit dikenali secara klinis karena gejalanya menyerupai flu biasa, sehingga deteksi dini menjadi kunci pencegahan komplikasi. 

Lebih lanjut, Sri Gusni menekankan pula bahwa kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, ibu hamil, dan individu dengan penyakit penyerta harus menjadi prioritas utama perlindungan, baik melalui vaksinasi, pencegahan, akses layanan kesehatan, maupun pemantauan berkelanjutan.

Selain itu, informasi publik yang jelas, konsisten, dan berbasis data sangat penting agar masyarakat dapat bersikap waspada tanpa panik. Edukasi, vaksinasi, dan penguatan layanan kesehatan primer harus dijalankan secara berkesinambungan untuk meminimalkan dampak super flu. 

Masyarakat juga diimbau untuk tetap menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), menggunakan masker saat berada di kerumunan, serta menjaga daya tahan tubuh dengan makan bergizi, minum yang cukup, dan beristirahat secara teratur. 

Kewaspadaan, pencegahan, dan deteksi dini perlu menjadi strategi utama agar isu ini tidak berkembang menjadi beban kesehatan yang lebih besar bagi masyarakat.

(Arief Setyadi )

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement