Klaim Khamenei menandai pertama kalinya otoritas tertinggi negara itu berbicara tentang korban jiwa dalam jumlah ribuan.
Para pejabat Iran juga mengatakan sekitar 3.000 orang telah ditangkap terkait protes tersebut.
Khamenei juga menuduh para pengunjuk rasa melakukan perusakan yang meluas, “termasuk membakar lebih dari 250 masjid dan fasilitas medis,” lapor Al Jazeera.
Menurut narasi resmi Iran, protes awalnya dimulai secara damai terkait kenaikan harga dan kesulitan ekonomi pada 28 Desember di beberapa kota di Iran.
“Pemerintah mengakui tuntutan mereka dan kesulitan yang mereka hadapi,” katanya, sebelum menambahkan pihak berwenang sekarang berpendapat demonstrasi tersebut kemudian “dibajak oleh protes kekerasan yang menerima perintah dari kekuatan luar”.
Para pejabat Iran mengklaim mereka yang terlibat "dilengkapi, dibiayai, dan dilatih" oleh aktor asing, dengan Khamenei menempatkan Trump "di pusat konspirasi ini".
Kantor berita semi-resmi Fars pada hari Sabtu mengatakan pihak berwenang telah memulihkan layanan pesan singkat (SMS) di seluruh negeri sebagai bagian dari rencana bertahap setelah delapan hari gangguan internet yang hampir total.
(Erha Aprili Ramadhoni)