Farhat pun meyakini bahwa isu ijazah Jokowi bukan murni persoalan hukum, melainkan bagian dari skenario politis yang dimainkan pihak tertentu.
“Mereka ini menurut saya hanya boneka-boneka, topeng-topeng yang seolah-olah idealis membela rakyat. Padahal rakyat yang mana yang dibela?” tambah Farhat.
Lebih lanjut, Farhat menilai isu tersebut juga kuat bermuatan motif ekonomi. Ia menyoroti tindakan sejumlah pihak yang dinilainya sudah melampaui batas, bahkan menyeret keluarga Presiden Jokowi.
“Makanya saya menilai ini terjadi karena motif ekonomi. Kenapa mereka berani menyerang sampai ke anak Pak Jokowi, bahkan sampai ke makam ibunya. Mereka pura-pura nyekar, tapi sebenarnya mengejek,” katanya.
Farhat pun mempertanyakan etika dan tanggung jawab profesi sebagai praktisi hukum atas tindakan tersebut.
“Sebagai lawyer, kok bisa seperti ini? Jangan-jangan mereka ini dibayar lebih mahal lagi,” pungkasnya.
(Awaludin)