JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung menyebut Bendung Katulampa berstatus Siaga 3 sejak Kamis (29/1/2026). Menyusul kondisi tersebut, Pemprov DKI telah menyiapkan sejumlah langkah antisipasi untuk mengendalikan aliran air ke wilayah Jakarta.
“Yang paling utama, karena Katulampa sejak sekitar 15 jam lalu sudah berstatus Siaga 3, kami di Jakarta sudah mempersiapkan diri untuk itu,” kata Pramono kepada wartawan, Jumat (30/1/2026).
Selain Bendung Katulampa, Pintu Air Manggarai juga mengalami kenaikan tinggi muka air (TMA). Pramono menjelaskan, sejumlah pintu air telah dibuka agar aliran air dapat diarahkan menuju laut.
“Beberapa daerah yang selama ini tidak tersentuh, harus dibuka aliran airnya supaya air bisa mengalir ke laut,” jelasnya.
Pramono menambahkan, langkah tersebut telah dilakukan sejak sekitar dua jam sebelumnya dan diharapkan dapat mengurangi tekanan air di sepanjang Sungai Ciliwung yang saat ini mengalami kenaikan debit.
“Mudah-mudahan ini bisa mengurangi tekanan di sepanjang Sungai Ciliwung,” ujarnya.
Meski demikian, Pramono mengakui bahwa permukaan air laut yang masih relatif tinggi membuat aliran air menuju laut sedikit terhambat. Namun, ia memastikan upaya pengendalian akan terus dilakukan.
“Karena permukaan air laut masih cukup tinggi, aliran dari Katulampa masuk secara bertahap. Tapi mulai pagi tadi, sekitar pukul 09.00–10.00 WIB, air pelan-pelan sudah kita dorong ke laut,” tandasnya.
(Awaludin)