Kepala Desk Politik GREAT Institute, Hanief Adrian, menekankan pentingnya persatuan nasional dalam menghadapi potensi eskalasi konflik global.
“Presiden Prabowo harus bersatu dengan rakyat. Sentimen negatif terhadap keterlibatan Indonesia dalam BoP Gaza, yang dituding sebagai agenda Zionis Israel, harus dijawab dengan komunikasi kebijakan yang jelas dari para juru bicara Presiden. Dukungan rakyat menjadi kekuatan utama jika dunia benar-benar memasuki fase konflik besar,” ujarnya.
Diskusi ini turut dihadiri oleh sejumlah tokoh nasional dan pakar, antara lain Anggota Dewan Pakar Partai NasDem Sidratahta Mukhtar, Duta Global SDGs Women Political Leaders, Nurhayati Assegaf; Guru Besar STHM, Mayjen TNI Budi Pramono; Guru Besar STIK, Komjen Pol (Purn.) Iza Fadri.
Lalu Co-Founder Indonesia Strategic and Defence Studies, Edna Caroline Pattisina; Penasihat Institute for Democracy Education (IDE), Smith Alhadar; Wakil Ketua Umum DNIKS, Zarman Syah; Dosen Unhan Hendra Manurung; Dosen Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Pancasila, Donie Kadewandana; Wakil Dekan Universitas Pertamina, Indra Kusumawardhana; Koordinator Pusat Riset Kebijakan Strategis Asia Tenggara UNSOED, Arif Darmawan; Anggota Dewan Pengawas LKBN ANTARA, Ramadhan Pohan, serta wartawan senior dan pengajar Seskoal Safriady.
(Awaludin)