Pendekatan tersebut, kata Angga, mencerminkan kepemimpinan yang realistis dan bertanggung jawab di tengah dinamika geopolitik global yang semakin kompleks.
Ia menegaskan, komitmen Indonesia terhadap perjuangan rakyat Palestina tetap konsisten dan berlandaskan amanat konstitusi. Namun, dukungan tersebut ditempuh melalui jalur diplomasi yang terukur, tidak gegabah, dan tetap menempatkan kepentingan nasional sebagai prioritas utama.
“Presiden menegaskan bahwa Indonesia masuk ke setiap forum internasional dengan tujuan yang jelas, yakni mendorong perdamaian yang adil dan bermartabat tanpa mengorbankan keselamatan rakyat serta posisi strategis Indonesia. Opsi untuk meninjau kembali atau menghentikan keterlibatan selalu terbuka apabila bertentangan dengan prinsip dan kepentingan nasional,” kata Angga.
Angga juga mengimbau masyarakat agar tidak terjebak pada potongan informasi yang tidak utuh, mengingat sebagian proses diplomasi bersifat sensitif dan membutuhkan kehati-hatian dalam penyampaian ke ruang publik.
“Pemerintah berkomitmen untuk terus menyampaikan informasi secara terbuka dan bertanggung jawab, sekaligus memastikan setiap langkah Presiden Prabowo sepenuhnya berpihak pada kepentingan bangsa dan keselamatan seluruh rakyat Indonesia,” tutupnya.
(Awaludin)