Presiden Nigeria Bola Tinubu mengutuk serangan “pengecut dan biadab” tersebut, yang ia tuduhkan kepada kelompok jihadis Boko Haram. Ia mengatakan para militan membunuh warga “yang menolak upaya indoktrinasi mereka yang menjijikkan, dan memilih untuk mempraktikkan Islam yang tidak ekstrem maupun penuh kekerasan.”
Tinubu menyatakan telah memerintahkan satu batalion tentara untuk dikerahkan ke Kwara guna memimpin operasi melawan “teroris biadab”, demikian diwartakan RT.
Nigeria telah menghadapi ketidakamanan yang terus-menerus selama bertahun-tahun, yang dipicu oleh pemberontak jihadis serta geng kriminal yang dikenal secara lokal sebagai bandit.
Pemerintah Tinubu berada di bawah tekanan untuk mengatasi krisis tersebut menyusul ancaman dari Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump atas dugaan kegagalan Abuja menghentikan apa yang ia sebut sebagai “genosida” terhadap umat Kristen.