Saat dicek, kondisi rumah dan kendaraan di depan rumah sudah dalam keadaan rusak berat. Kaca dan bodi mobil pecah berantakan, sementara atap serta bagian bangunan rumah hancur dan berserakan.
Ketika peristiwa terjadi, Setyorini selaku pemilik rumah sedang berada di sawah. Di rumah hanya ada anaknya bersama dua temannya yang tengah meracik petasan. Ia mengetahui adanya ledakan setelah diberi tahu oleh tetangga yang melintas.
Tiga anak menjadi korban dalam insiden tersebut, yakni Rosid (anak pemilik rumah), Abel, dan Syafi. Dua di antaranya masih menjalani perawatan medis akibat luka yang dialami. Hingga kini, kasus ledakan tersebut masih dalam penyelidikan pihak kepolisian.
(Awaludin)