Temuan tersebut dibahas dalam FGD bertajuk "Memahami Root Cause Banjir Sumatera 2025 untuk Rekonsiliasi Konklusi Berbasis Keilmuan" pada 18 Februari 2026 di Jakarta. BMKG menyebut kombinasi hujan ekstrem dan longsor memicu banjir bandang di sejumlah wilayah Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh, termasuk Desa Garoga, Tapanuli Selatan.
Akademisi ITB Ahmad Imam Sadisun menjelaskan longsor terjadi di zona Toba Tuff dengan lereng curam di hulu DAS Garoga dan hutan lindung. Secara geomorfologi, lokasi tambang PT AR yang berbeda sub-DAS dan lebih rendah elevasinya dinilai tidak berkontribusi terhadap banjir Desa Garoga, sementara PT TBS berada di luar DAS tersebut.
Simulasi hidrologi-hidrolika menunjukkan kontribusi PT AR terhadap banjir sebesar 0,32 persen dengan tambahan runoff 0,71 persen; PT NSHE 0,05 persen dan 0,01 persen; serta PT TBS 1,7 persen dengan tambahan runoff 0,06 persen.
CENAGO menekankan pentingnya penggunaan data geospasial presisi tinggi agar setiap kesimpulan penyebab bencana disusun objektif, terukur, dan proporsional.
“Masih ada pekerjaan rumah sangat besar, yaitu penggunaan data dan informasi, seperti data geoscience, bagi penelaahan dan pengambilan keputusan berbagai masalah,” pungkasnya.
(Arief Setyadi )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.