Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Flyover Latumenten Picu Macet Parah, Pramono Minta Jalan yang Ditutup Segera Dibuka

Danandaya Arya putra , Jurnalis-Jum'at, 27 Februari 2026 |01:05 WIB
Flyover Latumenten Picu Macet Parah, Pramono Minta Jalan yang Ditutup Segera Dibuka
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung (foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA – Proyek pembangunan Flyover Latumenten di Grogol, Jakarta Barat, menuai sorotan lantaran memicu kemacetan parah. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, meminta agar akses jalan yang selama ini ditutup segera dibuka untuk mengurai kepadatan lalu lintas.

“Saya sudah minta kepada Bina Marga untuk memperluas akses supaya jalan yang ditutup itu bisa dibuka,” kata Pramono di Jakarta Selatan, Kamis (26/2/2026).

Ia berharap pembukaan kembali akses tersebut dapat dilakukan dalam waktu dekat sehingga pembangunan flyover tidak semakin memperparah kemacetan di kawasan tersebut.

“Mudah-mudahan dalam waktu dekat pembangunan Latumenten ini tidak membuat kemacetan yang semakin parah,” ujarnya.

Kemacetan akibat proyek tersebut juga mendapat perhatian dari Anggota DPRD DKI Jakarta Fraksi PDI Perjuangan, Hardiyanto Kenneth. Ia mengaku menerima banyak keluhan dari warga terkait penyempitan jalan yang dinilai ekstrem.

 

“Banyak warga komplain ke saya. Proses pembangunan ini bikin macet luar biasa karena ada penyempitan jalan,” ujar Kenneth, Selasa (24/2/2026).

Saat meninjau langsung lokasi, anggota Komisi C DPRD DKI Jakarta itu mendapati Jalan Latumenten yang sebelumnya memiliki tiga lajur kini hanya menyisakan satu lajur aktif. Kondisi tersebut menyebabkan antrean kendaraan mengular, terutama pada jam sibuk pagi dan sore hari.

Selain itu, ia menyoroti keberadaan angkot JakLingko yang berhenti tepat setelah perlintasan kereta api sehingga rawan memicu penumpukan kendaraan. Kenneth juga menilai kendaraan besar seperti truk kontainer dan bus seharusnya dialihkan ke jalur alternatif selama proyek berlangsung guna mengurangi beban lalu lintas.

Ia meminta Dinas Perhubungan DKI Jakarta segera mengambil langkah konkret.

“Harus ada pengaturan lalu lintas yang lebih tegas, pengawasan di lapangan yang konsisten, dan solusi cepat untuk kendaraan besar maupun titik berhenti angkot. Kalau bisa diantisipasi sekarang, kenapa harus tunggu makin parah?” tegasnya.

(Awaludin)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement