Sanusi menceritakan air mulai naik sejak pukul 17.30 WIB saat warga bersiap melaksanakan buka puasa. Awalnya ketinggian air sekitar 25 sentimeter, kemudian terus meningkat hingga mencapai 150 sentimeter pada pukul 03.00 WIB.
“Kemarin sekitar pukul 17.30 air mulai naik. Awalnya cuma sekitar 25 sentimeter. Semakin malam hujan makin deras, air terus naik sampai 150 sentimeter sekitar jam tiga pagi,” ujarnya.
Sementara itu, salah satu warga RT 11 RW 05, Wira (50), mengaku banjir yang kerap melanda wilayah tersebut membuat dirinya pasrah karena sudah menjadi langganan setiap kali hujan deras atau ketika Kali Ciliwung meluap.
“Kalau hujan deras dari Bogor seharian biasanya pasti banjir. Sudah biasa juga jadinya. Mau bagaimana lagi, pindah juga tidak mudah,” ungkap Wira.
Ia berharap program normalisasi Kali Ciliwung yang dicanangkan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dapat segera direalisasikan agar banjir tidak lagi melanda permukiman warga.
“Katanya mau dibuat tanggul di bantaran kali. Mudah-mudahan nanti sudah tidak banjir lagi,” pungkasnya.
(Awaludin)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.