LUWU – Tiga ABK warga negara Indonesia (WNI) dinyatakan hilang usai kapal tugboat Musaffah II berbendera Uni Emirat Arab meledak dan tenggelam di Selat Hormuz di antara perairan Uni Emirat Arab dan Oman.
Salah satu korbannya adalah Kapten Kapal Miswar asal Luwu, Sulawesi Selatan. Dia dilaporkan hilang kontak setelah kapal yang dikendalikannya terkena ledakan bom di perairan internasional, Selat Hormuz.
Istri Kapten Miswar, Muliani Ahmad, tak kuasa membendung air mata saat menceritakan komunikasi terakhirnya.
"Beliau orangnya sangat baik, mudah bergaul, dan sangat perhatian dengan anak-anak," ujar Muliani dengan suara bergetar, dikutip Selasa (10/3/2026).
Sebelum peristiwa tragis itu terjadi, Miswar sempat melakukan panggilan video (video call) dengan sang istri. Tak ada firasat bahwa itu akan menjadi percakapan terakhir sebelum kabar buruk menimpa suaminya.
Di mata keluarga, Miswar dikenal sebagai sosok yang sangat bertanggung jawab dan sangat mencintai kedua putranya.
Namun hingga saat ini, pihak keluarga masih terus memantau perkembangan informasi dari Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) dan pihak perusahaan kapal.
Meski situasi di Timur Tengah sedang mencekam, keluarga tetap menaruh harapan besar agar Miswar ditemukan dalam kondisi selamat.
"Kami hanya bisa berdoa dan menunggu kabar resmi. Kami berharap pemerintah bisa membantu maksimal untuk memastikan kondisi suami saya," tutup Muliani.
Sebelumnya, kabar terkenanya kapal Tugboat Musaffah II oleh bom di salah satu jalur pelayaran tersibuk dunia tersebut mengejutkan warga di Kecamatan Ponrang Selatan.
Sosok Miswar yang dikenal ramah membuat banyak warga merasa kehilangan dan turut mendoakan keselamatannya.
Suasana haru pun menyelimuti kediaman Kapten Miswar Maturusi di Kelurahan Pattedong, Kecamatan Ponrang Selatan, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan
(Fahmi Firdaus )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.