Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Awas Macet Parah Arus Balik Lingkar Gentong Imbas Libur ASN dan Anak Sekolah

Rohman Wibowo , Jurnalis-Selasa, 24 Maret 2026 |17:25 WIB
Awas Macet Parah Arus Balik Lingkar Gentong Imbas Libur ASN dan Anak Sekolah
Kapolres Tasikmalaya Kota, AKPB Andi Purwanto/Okezone
A
A
A

TASIKMALAYA - Puncak arus balik kendaraan yang melintasi Lingkar Gentong, Tasikmalaya diprediksi terjadi secara terpisah. Awalnya pada H+2 dan H+3 lebaran 2026 dan puncak arus balik lebaran diperkirakan berlangsung antara H+6 sampai H+8.

Kapolres Tasikmalaya Kota, AKPB Andi Purwanto, memperkirakan kepadatan arus kendaraan yang melintasi Lingkar Gentong bakal terjadi hingga 29 Maret 2026, tapi sifatnya situasional atau tidak selalu terjadi kemacetan. Adapun arus balik diprediksi sesuai kondisi. Jika merujuk pada libur para ASN, maka arus mudik mencapai puncaknya pada H+2 hingga H+3.

"Dan kami juga mengantisipasi terkait liburan masuk sekolah di Jumat, Sabtu, Minggu, tentunya akan ada lagi apa kendaraan-kendaraan yang pulang ke Bandung, khususnya ke Jakarta," ujar Andi saat ditemui setelah berkomunikasi dengan pejabat daerah Tasik, Selasa (24/3/2026).

Adapun dalam mengurai kemacetan, Andi menekankan bakal menerapkan rekayasa lalu lintas mulai dari memblokade sebagian jalur hingga penutupan jalur alias one way.

Sejalan dengan itu, setiap personel disiagakan di setiap titik-titik rawan kemacetan. Sehingga saat penumpukan kendaraan terjadi, penerapan rekayasa lalin bisa segera dilakukan secara koordinatif.

"Terkait pelaksanaan one-way tentunya kami berkoordinasi dengan Polres Garut, kemudian Polres Bandung, dan semua itu diinstruksikan dari Polda Jabar,”ujarnya.

“Kami berkoordinasi dengan Polda Jabar sehingga pelaksanaan one-way tersebut tidak menambah lagi antrean di etape berikutnya, khususnya di Kabupaten Garut," lanjut Andi.

Andi menekankan bahwa pemudik tak mesti terpaku pada Lingkar Gentong sebagai akses jalan menuju Garut, Bandung sampai Jakarta. Sebab, Tasikmalaya berada di lokasi strategis yang bisa menghubungkan ke daerah lain melalui jalur-jalur non-utama.

"Ada beberapa jalur alternatif yang bisa dipergunakan untuk dari Tasik menuju mengarah ke Bandung yaitu lewat Sukaresik, nanti tembus di Ciamis, Ciamis kemudian langsung di Garut Kota," ujar Andi.

"Sehingga tidak melalui jalur Gentong yang ada antrean kendaraan," tutup Andi.

 

Sekadar diketahui, lalu lintas arus balik di Lingkar Gentong dan sekitarnya mulai tampak dipadati kendaraan yang hendak keluar Tasikmalaya sejak H+2 lebaran atau Senin (23/3) siang menjelang sore.

Kendaraan mulai dari roda dua, roda empat hingga bus yang berplat luar Tasik mulai dari B Jakarta hingga T Karawang mewarnai kemacetan lalin yang ditaksir mengular sepanjang 10 kilometer.

Kemacetan hingga 10 kilometer berlangsung dari Simpang Sukamantri sampai perbatasan Tasikmalaya-Garut atau di titik tengah antara Jalan Malangbong dan Jalan Nasional. Hanya kendaraan roda dua yang tampak bisa melaju di atas 20 km/jam. Selebihnya, kendaraan roda empat apalagi bus hanya sesekali bisa melaju.

Jika ditilik lebih jauh lagi, kepadatan arus sampai ke Pasar Lewo, Garut. Jaraknya dari tugu perbatasan kedua wilayah tersebut mencapai 11 kilometer. Artinya ada kemacetan arus balik sepanjang 20 kilometer lebih dari Kabupaten Tasikmalaya sampai Garut.

(Fahmi Firdaus )

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement