JAKARTA – Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian memastikan tidak ada lagi warga yang tinggal di tenda pengungsian pascabanjir di Sumatera Barat. Pemerintah menyatakan fase darurat pengungsian telah berakhir per 24 Maret 2026.
Tito mengungkapkan, sebelumnya jumlah pengungsi mencapai puluhan ribu jiwa. Berdasarkan data per 12 Maret, tercatat sebanyak 18.630 kepala keluarga (KK) atau 105.447 jiwa terdampak.
“Alhamdulillah, berdasarkan data yang telah kami verifikasi bersama para bupati dan pengecekan langsung ke lapangan, per 24 Maret sudah tidak ada lagi warga yang tinggal di tenda pengungsian,” ujar Tito dalam konferensi pers di Kantor KSP, Jakarta Pusat, Rabu (25/3/2026).
Ia menegaskan, capaian tersebut merupakan hasil kerja lintas lembaga, mulai dari pemerintah pusat hingga daerah yang bergerak cepat menyediakan hunian alternatif bagi warga terdampak.
“Saya memberikan apresiasi kepada BNPB, Kementerian PU, TNI, Polri, pemerintah daerah, serta pihak lain yang terlibat dalam pembangunan hunian sementara,” katanya.
Untuk mempercepat pemulihan, pemerintah juga menyalurkan berbagai bantuan, khususnya bagi warga dengan rumah rusak ringan hingga sedang.
“Untuk rumah rusak ringan diberikan bantuan Rp15 juta, sementara rusak sedang Rp30 juta,” jelas Tito.
Selain itu, pemerintah memberikan bantuan tambahan berupa dana perabotan sebesar Rp3 juta, bantuan ekonomi Rp5 juta dari Kementerian Sosial, serta jaminan hidup (jadup) berupa uang lauk pauk Rp15.000 per orang per hari selama tiga bulan.
Dengan skema tersebut, pemerintah mendorong masyarakat untuk segera memperbaiki rumah dan kembali ke aktivitas normal.
(Awaludin)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.