ACEH - Kepala Pos Komando Wilayah Aceh Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Safrizal ZA, menyambangi huntara tempat penempatan 89 KK warga Jamur Ujung, Kecamatan Wih Pesam, Kabupaten Bener Meriah, Provinsi Aceh.
Safrizal menanyakan kondisi warga Jamur Ujung yang menghuni huntara. Huntara tersebut dibangun oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk korban bencana Aceh.
“Alhamdulillah. Saya acungi jempol atas etos kerja warga Bener Meriah. Mereka memang terkenal rajin, ramah, dan sabar, “ kata Safrizal, Jumat (17/4/2026).
Safrizal kemudian melangkahkan kaki, menuju bilik-bilik huntara. Dia bercengkrama dengan seorang ibu rumah tangga yang sedang mengatur barang-barang keluarga.
Kemudian Safrizal bertandang ke bilik Fatmawati, perempuan berusia 66 tahun, beranak tiga, dan baru-baru ini ia menyandang status janda. Suami tercinta telah berpulang ke haribaan Ilahi beberapa waktu lalu karena sakit.
“Kenal Pak Sukarno? “ canda Safrizal sembari tersenyum ke arah Fatmawati.
“Saya yang jahit bendera merah putih, “ Jawab Fatmawati dengan tawa merekah. Semua yang ada di situ pun ikut tertawa. Di balik penampilannya yang sangat bersahaja, ternyata Fatmawati paham sejarah kemerdekaan Indonesia.
“Terima kasih, Bapak. Telah menjenguk kami di sini. Kami sangat bersyukur, “ Kata Fatmawati sembari menerima bantuan peralatan dapur yang diserahkan Safrizal.
Setelah beramah tamah dengan Fatmawati, Safrizal menyampaikan seluruh KK yang menghuni huntara mendapatkan bantuan peralatan dapur. Dia juga mengecek kepastian lahan untuk pembangunan hunian tetap.
Berdasarkan data Kepala Pelaksana BPBD Bener Meriah yang diserahkan kepada Wakil Bupati Bener Meriah, di kabupaten tersebut terdapat empat lokasi pembangunan hunian tetap komunal.
Satu titik di Blang Rakal, Pintu Rime Gayo, akan dibangun di atas tanah yang dihibahkan oleh Dinas Pertanian Aceh. Tiga titik lagi akan dibangun di atas tanah yang dihibahkan oleh Bupati Bener Meriah Tagore Abubakar.
Hasil verifikasi dan validasi tahap I, di Bener Meriah rumah dengan status rusak ringan berjumlah 118 unit. Rusak sedang 84 unit, rusak berat 807 unit.
Dari kategori rusak berat tersebut, 97 unit akan dibangun insitu, relokasi mandiri 617 unit, dan relokasi terpusat 93 unit.
Sementara untuk tahap II yang belum dilakukan verifikasi, sampai dengan saat ini data yang telah masuk berjumlah 522 unit.
‘’Saat ini status Aceh masih transisi darurat. Setelah memasuki masa rehabilitasi dan rekonstruksi, pembangunan huntap dan fasilitas publik lainnya akan dipacu sesuai dengan rencana induk (renduk) yang telah disusun,’’pungkasnya.
(Fahmi Firdaus )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.