“Orang ini berada satu lantai di atas ruang pertemuan, dengan ratusan agen federal di antara dia dan Presiden AS,” katanya dalam konferensi pers setelah sidang pengadilan, sebagaimana dilansir RT.
Ketika ditanya mengenai siapa yang menembak agen Secret Service selama insiden tersebut, Blanche menolak memberikan jawaban langsung dan menekankan bahwa bukti balistik masih dipelajari.
“Tampaknya ada lima tembakan yang dilepaskan oleh penegak hukum,” katanya. “Kami percaya, seperti yang diuraikan dalam pengaduan, bahwa terdakwa sempat menembakkan senapan. Namun, terkait hasil balistik yang tepat, saya tidak akan menyampaikannya hari ini.”
Dalam manifesto yang diduga ditulis oleh Allen—yang pertama kali diterbitkan oleh New York Post—tersangka menyatakan bertujuan membunuh pejabat administrasi. Target dengan "peringkat tertinggi" adalah Trump, yang disebutnya sebagai "pedofil, pemerkosa, dan pengkhianat."
(Rahman Asmardika)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.