JAKARTA - Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya, mengungkap alasan penggunaan kendaraan taktis Maung MV3 Garuda Limousine oleh Presiden RI Prabowo Subianto, dalam rangkaian Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-48 ASEAN pada 7–8 Mei 2026 lalu.
Teddy menegaskan, penggunaan Maung dalam KTT ke-48 ASEAN memiliki makna yang jauh melampaui fungsi kendaraan operasional Presiden semata.
“Penggunaan Maung di forum internasional ini bukan sekadar alat transportasi, tetapi sebagai simbol kemandirian, kepercayaan diri bangsa, dan kemajuan industri nasional Indonesia. Maung menjadi simbol diplomasi. Dari dalam negeri, untuk Indonesia, hadir di panggung dunia,” kata Teddy, Senin (11/5/2026).
Bagi Indonesia, perjalanan Maung menuju Cebu menjadi simbol kesiapan negara dalam membawa produk strategis nasional tampil di level internasional. Kehadiran kendaraan tersebut sekaligus menunjukkan bahwa karya industri pertahanan Indonesia mampu berdiri sejajar dan dipercaya mendukung agenda kenegaraan di forum tertinggi kawasan Asia Tenggara.
Diketahui, mobil kepresidenan karya anak bangsa produksi PT Pindad itu telah lebih dahulu tiba di Cebu pada 4 Mei 2026. Dari dalam lambung pesawat Airbus A400M milik TNI AU, Maung MV3 Garuda Limousine dibawa langsung dari Indonesia untuk mendukung mobilitas Presiden Prabowo selama agenda kenegaraan berlangsung.