Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Polri Tangkap Bripka Dedy Wiratama, Polisi yang Jadi Sniper Kampung Narkoba Samarinda

Puteranegara Batubara , Jurnalis-Senin, 18 Mei 2026 |15:19 WIB
Polri Tangkap Bripka Dedy Wiratama, Polisi yang Jadi Sniper Kampung Narkoba Samarinda
Penangkapan Sniper Kampung Narkoba Samarinda (Foto: freepik)
A
A
A

JAKARTA - Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri menangkap Bripka Dedy Wiratama, yang diduga menjadi salah satu sniper atau pengawas dalam aktivitas peredaran narkoba di kawasan Gang Langgar, Samarinda, Kalimantan Timur.

Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Brigjen Eko Hadi Santoso mengatakan, Bripka Dedy tidak hanya diduga terlibat sebagai pengawas di kampung narkoba tersebut, tetapi juga tersandung kasus penyalahgunaan narkotika.

"Yang bersangkutan sudah diamankan oleh Sat Brimobda Kaltim," kata Eko kepada wartawan, Senin (18/5/2026).

Menurut Eko, Bripka Dedy saat ini tengah menjalani pemeriksaan terkait pelanggaran kode etik profesi Polri.

“Yaitu terkait dengan yang bersangkutan dinyatakan positif konsumsi narkoba setelah dilakukan cek urine dua kali. Ditambah kasus baru ini,” ujarnya.

Dalam pengungkapan kasus tersebut, polisi menemukan praktik peredaran narkoba di kawasan Gang Langgar berjalan secara terstruktur dan terorganisir. Para pengawas atau sniper disebut saling terhubung menggunakan handy talky (HT) untuk memantau situasi sekaligus memberi informasi terkait aktivitas penjualan narkoba.

“Sepanjang jalan sebelum mencapai ke Blok F terdapat 21 pengawas yang memegang handy talky termasuk untuk menuntun pengguna yang akan membeli narkoba di Lapak GG Langgar Blok F,” ujar Eko.

 

Ia menjelaskan, pada perempatan menuju Blok F Gang Langgar, para sniper hanya memperbolehkan satu orang pengendara masuk ke lokasi penjualan narkoba. Jika pengendara berboncengan, salah satu harus turun dan menunggu di area perempatan yang diawasi para sniper.

“Kemudian pada perempatan gang Blok F Gang Langgar, sniper mewajibkan hanya satu orang pengendara saja yang dapat masuk ke lokasi penjualan narkoba tersebut. Apabila berboncengan salah satu harus turun dan menunggu di perempatan Blok F yang mana diawasi oleh para sniper,” katanya.

Polisi juga mengungkap lokasi penjualan narkoba di Gang Langgar telah beroperasi selama sekitar empat tahun. Dalam sehari, transaksi sabu disebut bisa mencapai 1.000 hingga 1.200 klip kecil dengan harga Rp150 ribu per paket.

“Loket penjualan narkoba di Gg Langgar sudah beroperasi selama 4 tahun. Penjualan narkoba per hari mencapai 1.000-1.200 klip kecil dengan harga Rp150.000 per klip kecil,” ucap Eko.

Dari hasil penyelidikan, penyidik menyimpulkan peredaran narkoba di kawasan tersebut dijalankan secara sistematis dan melibatkan sejumlah pihak dengan peran berbeda-beda.

“Berdasarkan fakta yang diperoleh dari hasil penyelidikan, penindakan di lapangan, serta keterangan awal para tersangka yang diamankan, diketahui bahwa peredaran narkoba di kampung narkoba Gg Langgar tersebut beredar secara terstruktur dan terorganisir,” paparnya.

 

Dalam pengungkapan ini, polisi menangkap 13 tersangka. Salah satunya Firnandes alias Nando yang berperan sebagai bandar narkoba di Gang Langgar. Ia merupakan anak dari bandar narkoba Andes alias H Endi yang kini berstatus DPO serta disebut sebagai bawahan H Sudi yang juga masuk daftar pencarian orang.

Nando dibantu oleh Ade Saputra alias Ayam Jago dan Tri Pamungkas sebagai penjual di loket, serta Hadi Saputra yang bertugas sebagai kurir.

Selain itu, polisi juga menangkap sejumlah sniper atau pengawas, yakni Muhamad Tamrin alias Ipin, Asrheel, Muhammad Aswin alias Wiwin, Muhammad Ical alias Ical, Mustafa alias Mus, Kamarudin alias Dores, dan Idham Halid alias Idam.

Sementara itu, tersangka yang sebelumnya masuk daftar pencarian orang antara lain Andes alias H Endi, H Andi Sudi, Malik, dan Bripka Dedy Wiratama.

“Membawa tersangka dan barang bukti ke kantor Direktorat Narkoba Mabes Polri dan penerbitan serta pencarian daftar pencarian orang,” tutup Eko.

(Awaludin)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement