Dirtipidter Bareskrim Polri Mohammad Irhamni menyebut penyelidikan dimulai dengan menerjunkan tim ke Desa Tempino, Mestong, Muaro Jambi, Provinsi Jambi pada Minggu 24 Mei 2026. Irhamni menyebut proses penyelidikan tim ke lokasi turut didampingi pihak Puslabfor Bareskrim Polri dan PLN untuk melakukan pengecekan bersama dan mendapati adanya konduktor putus yang belum diketahui penyebabnya.
“Barang bukti berupa konduktor yang putus dibawa ke Puslabfor Bareskrim dan Litbang PLN untuk diperiksa lebih lanjut. Sejauh ini belum ditemukan indikasi kesengajaan manusia dalam putusnya konduktor itu,” tuturnya.
Sementara itu, PT PLN (Persero) menyatakan blackout atau pemadaman listrik massal di Sumatera pada Jumat 22 Mei 2026 sejak pukul 18.44 WIB disebabkan oleh cuaca buruk yang kemudian berdampak pada sebagian sistem kelistrikan Sumatera.
“Gangguan pada ruas transmisi berdampak meluas pada sebagian sistem transmisi Sumatera, mengakibatkan penurunan frekuensi akibat beban berat pembangkit.
(Arief Setyadi )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.