Ia mengungkapkan beberapa siswa mengalami luka setelah melompat dari lantai atas asrama demi menyelamatkan diri dari kobaran api.
“Beberapa siswa di lantai atas terpaksa melompat keluar, itu sebabnya mereka terluka,” katanya.
Nderitu mengatakan sepupunya berhasil selamat meski mengalami patah kaki.
“Saya menemukannya, dia baik-baik saja, tetapi kakinya patah,” ujarnya.
Kenya sendiri memiliki sejarah panjang kebakaran sekolah berasrama. Salah satu tragedi paling mematikan terjadi pada 2001 di wilayah Machakos, ketika 67 siswa tewas setelah asrama dibakar oleh sesama siswa.
Pada 2024, sedikitnya 21 orang juga tewas dalam kebakaran asrama di wilayah Kenya tengah. Insiden serupa sebelumnya terjadi pada 2022 dan 2017 yang menimbulkan korban jiwa dan kerusakan besar.
Kepadatan asrama serta buruknya penerapan standar keselamatan sering disebut sebagai penyebab tingginya jumlah korban dalam kebakaran sekolah di Kenya. Banyak kasus juga dipicu aksi pembakaran oleh siswa yang kecewa terhadap disiplin atau kondisi tempat tinggal.
Kementerian Pendidikan Kenya pada November 2021 pernah mengungkap terdapat 126 kasus pembakaran sekolah antara Januari hingga November 2020. Sementara penelitian yang dikutip Reuters mencatat sedikitnya 60 kasus pembakaran sekolah terjadi sepanjang 2018.
(Awaludin)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.