Kekesalan itu kembali dibahas Serda Edi saat berada di mess pada Rabu, 11 Maret 2026 bersama Lettu Budhi Hariyanto Widhi Cahyono. Tidak lama kemudian, Kapten Nandala Dwi Prasetya dan Lettu Sami Lakka datang ke lokasi.
Serda Edi lalu memperlihatkan video viral Andrie Yunus sambil mengungkapkan rasa kesalnya terhadap korban. Terdakwa III dan IV disebut memiliki respons serupa hingga akhirnya muncul rencana untuk melakukan penyiraman terhadap Andrie Yunus.
Pada Kamis (12/3/2026) sekitar pukul 16.30 WIB, para terdakwa berangkat bersama untuk mencari keberadaan Andrie Yunus. Mereka sempat berpencar, namun tidak menemukan target hingga kembali berkumpul di lokasi yang sama.
Sekitar pukul 23.00 WIB, para terdakwa sempat memutuskan untuk pulang lantaran tidak menemukan Andrie Yunus. Namun, sesaat kemudian salah satu terdakwa melihat korban sehingga mereka kembali melakukan pengejaran.
Para terdakwa lalu membuntuti Andrie Yunus menggunakan sepeda motor. Dalam perjalanan, Serda Edi Sudarko dan Lettu Budhi Hariyanto Widhi Cahyono sempat menyalip kendaraan korban, sementara Kapten Nandala Dwi Prasetya dan Lettu Sami Lakka mengikuti dari belakang.
Setibanya di persimpangan Jalan Salemba I dan Jalan Talang, Jakarta Pusat, sepeda motor yang dikendarai terdakwa I dan II berbalik arah mendekati kendaraan korban. Terdakwa II memperlambat laju kendaraan dan saat berpapasan dengan Andrie Yunus, terdakwa I langsung menyiramkan cairan kimia ke tubuh korban.
(Awaludin)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.