“Itu kan sudah jelas ya ketika kita datang ke toko kelontong misalkan harga-harga pada naik begitu kan. Kemudian ketika kita ingin bertransportasi, harga BBM juga naik begitu yang non subsidi Pertamax,” ujarnya.
Selain persoalan ekonomi, Yatalathof juga menyoroti isu ketimpangan dan dugaan praktik korupsi yang kerap menjadi sorotan publik. Menurutnya, di tengah berbagai persoalan tersebut masih banyak tenaga pendidik yang menerima penghasilan di bawah standar kebutuhan hidup layak.
“Terus juga misalkan kita bisa melihat bahwa ketika kita buka berita, ketika kita bangun pagi itu isinya adalah ketidakadilan misalkan MBG korupsi triliunan per bulan gitu kan. Tapi sisi lain kita juga melihat kenyataan bahwa ketika ke kampus atau ke sekolah, guru atau dosen kita gaji yang masih dibawah UMR begitu,” paparnya.
“Terus juga saudara-saudara kita ketika berobat kesehatan BPJS-nya juga masih iurannya cukup tidak terjangkau, cukup mahal dengan kondisi sekarang begitu kan,” tambah Yatalathof.
Ia menegaskan berbagai persoalan tersebut menjadi alasan mahasiswa untuk terus menyuarakan aspirasi melalui aksi turun ke jalan. “Hal-hal itulah yang akan membuat kami selalu turun ke jalan,” tegasnya.
(Arief Setyadi )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.