JAKARTA – Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi mengungkapkan alasan Presiden Prabowo Subianto menghadiri pembukaan dan penutupan Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) 2026 yang diikuti sekitar 2.600 rektor, dekan, dosen, dan guru besar dari perguruan tinggi negeri (PTN) maupun perguruan tinggi swasta (PTS) di seluruh Indonesia.
Prasetyo mengatakan, Prabowo memandang para rektor, dekan, dan guru besar sebagai sumber daya intelektual terbaik yang dimiliki bangsa sehingga perlu dilibatkan dalam upaya menyelesaikan berbagai persoalan nasional.
"Sebagaimana yang disampaikan pada saat pembukaan, bagi Pak Prabowo, bagi Bapak Presiden, para dekan, guru besar, dan rektor adalah pribadi-pribadi yang terpintar yang dimiliki oleh sebuah bangsa," kata Prasetyo usai mendampingi Presiden di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, Minggu (28/6/2026).
Menurut Prasetyo, pandangan tersebut menjadi dasar bagi Prabowo untuk mengajak seluruh sivitas akademika berkolaborasi dan menyumbangkan keahlian masing-masing dalam satu kerangka kebangsaan.
"Dalam rangka menyelesaikan seluruh persoalan bangsa yang saat ini kita hadapi, beliau ingin mengajak seluruh sivitas akademika untuk bersama-sama. Individu-individu yang memiliki keahlian di bidangnya masing-masing bekerja sama dan mengeluarkan kemampuan terbaiknya dalam satu kerangka kebangsaan," ujarnya.
Prasetyo menambahkan, kehadiran Prabowo pada penutupan KSTI 2026 juga berawal dari permintaan panitia agar Prabowo bersedia kembali hadir apabila memiliki waktu luang.
"Nah kemudian ada permohonan dari panitia, apabila Bapak Presiden memiliki waktu luang, apakah berkenan menutup acara konvensi ini sekaligus memberikan arahan dan pandangan. Tadi banyak ilmu baru dari Pak Presiden yang diajarkan kepada kita semua," pungkasnya.
(Awaludin)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.