Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Dump Truk Tabrak Rambu Penunjuk Arah di Tol Cijago, Arus Lalu Lintas Macet

Puteranegara Batubara , Jurnalis-Jum'at, 24 Juli 2026 |14:37 WIB
Dump Truk Tabrak Rambu Penunjuk Arah di Tol Cijago, Arus Lalu Lintas Macet
Illustrasi Kecelakaan (foto: freepik)
A
A
A

JAKARTA - Sebuah dump truk menabrak rambu penunjuk arah di Jalan Tol Cijago KM 39+400 arah Limo pada Jumat (24/7/2026) sekitar pukul 12.45 WIB. Arus lalu lintas mengalami kemacetan akibat insiden tersebut.

Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Kepala Induk PJR Jagorawi, Kompol Jajuli mengungkapkan, insiden itu bermula saat truk berhenti di bahu jalan untuk memperbaiki selang dump.

"Awal mulanya ada kendaraan dump truck berhenti di bahu jalan, mau perbaikan itu dump-nya. Dump dinaikkan. Pada saat dump-nya dinaikkan, posisi mesin mati. Habis itu dump-nya dinaikkan, dia mau ngecek persneling ke kemudi," kata Jajuli kepada awak media.

Ketika itu, posisi gigi truk masih berada di gigi tiga. Saat pengemudi memindahkan persneling ke posisi netral, kendaraan yang berada di jalan menurun perlahan itu langsung meluncur.

"Karena persnelingnya tadinya masuk ke gigi tiga, kan dia nggak jalan. Begitu dioklek-oklek itu masuk ke netral. Karena posisi agak turun, akhirnya jalan dia dengan dump yang menganga itu. Akhirnya nabrak gawang. Kendaraan berhentinya ya karena nabrak gawang itu. Tapi posisi mesin mati," ujarnya.

 

Truk tersebut melaju dari Gunung Putri menuju Merak dan berhenti di bahu Jalan Tol Cijago KM 39+400 untuk memperbaiki selang dump.

Saat pengemudi memindahkan persneling ke posisi netral, truk itu bergerak sendiri hingga bak dump yang masih terangkat menabrak portal rambu penunjuk arah. Truk akhirnya berhenti di bahu jalan dengan posisi normal, sementara bak dump masih dalam keadaan terangkat.

Jajuli mengatakan proses evakuasi kendaraan sempat menunggu crane karena harus menangani muatan truk.

"Nunggu crane, lagi bongkar berapa ton itu," ucapnya.

Akibat kejadian tersebut, arus lalu lintas sempat mengalami kepadatan hingga sekitar 500 meter. Kendaraan masih dapat melintas melalui dua lajur yang dibuka.

"Lalu lintas antrean 500 meter. Lajur yang bisa dilintasi lajur dua, setengah lajur, lajur tiga full sama bahu jalan. Jadi bisa dua lajur," tutupnya.
 

(Awaludin)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement