Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Peristiwa 27 Juli: Tragedi Kudatuli, Jejak Berdarah di Markas PDI

Arief Setyadi , Jurnalis-Senin, 27 Juli 2026 |06:04 WIB
Peristiwa 27 Juli: Tragedi Kudatuli, Jejak Berdarah di Markas PDI
Teatrikal peristiwa Kudatuli (Foto: Felldy Utama/Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Berbagai peristiwa penting dan bersejarah terjadi pada tanggal 27 Juli, baik di Indonesia maupun dunia. Salah satunya adalah peristiwa 27 Juli 1996 atau Kudatuli, ketika kantor Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrasi Indonesia (PDI) diserbu hingga memicu kerusuhan di Jakarta.

Berikut sejumlah peristiwa yang terjadi pada 27 Juli dirangkum dari berbagai sumber, salah satunya wikipedia:

1. Kudatuli, Penyerbuan Kantor DPP PDI

Peristiwa 27 Juli 1996 dikenal sebagai Kudatuli (Kerusuhan Dua Puluh Tujuh Juli) atau Peristiwa Sabtu Kelabu.

Saat itu, kantor DPP PDI di Jalan Diponegoro Nomor 58, Jakarta Pusat, yang dikuasai pendukung Megawati Soekarnoputri diambil alih secara paksa. Penyerbuan dilakukan oleh massa pendukung Soerjadi, Ketua Umum PDI hasil Kongres Medan, dengan dukungan aparat kepolisian dan TNI.

Kerusuhan kemudian meluas ke sejumlah wilayah di Jakarta, terutama kawasan Jalan Diponegoro, Salemba, dan Kramat. Sejumlah bangunan serta kendaraan dilaporkan terbakar.

Pemerintah Orde Baru saat itu menuding aktivis Partai Rakyat Demokratik (PRD) sebagai pihak yang menggerakkan kerusuhan. Sejumlah aktivis kemudian diburu dan dipenjara, termasuk Budiman Sudjatmiko yang dijatuhi hukuman 13 tahun penjara.

Konflik internal PDI antara kubu Megawati Soekarnoputri dan Soerjadi terus berlanjut hingga berakhirnya pemerintahan Orde Baru. Setelah Soeharto mengundurkan diri dan pembatasan terhadap partai politik dicabut, Megawati mendeklarasikan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dengan menambahkan kata "Perjuangan" untuk membedakan partainya dari faksi yang didukung pemerintah.

Megawati kemudian terpilih sebagai Ketua Umum PDIP dan dicalonkan sebagai presiden pada Pemilu 1999. 

Sementara Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto menyebutkan, lima orang telah gugur, yakni Asmayadi Soleh, Suganda Siagian, Slamet, Uju bin Asep dan Sariwan, serta 23 orang lainnya hilang.

2. Berakhirnya Perang Korea

Perang Korea secara resmi berakhir pada 27 Juli 1953 setelah Amerika Serikat, Republik Rakyat Tiongkok, dan Korea Utara menandatangani perjanjian gencatan senjata.

Meski Presiden Korea Selatan saat itu, Syngman Rhee, menolak menandatangani perjanjian tersebut, ia menyatakan tetap akan menghormati kesepakatan gencatan senjata yang telah dicapai.

3. Penemuan Hormon Insulin

Pada 27 Juli 1921, tim peneliti Universitas Toronto yang dipimpin ahli biokimia Frederick Banting mengumumkan penemuan hormon insulin. Penemuan tersebut menjadi tonggak penting dalam dunia kedokteran, khususnya untuk penanganan diabetes.

4. Wafatnya Mantan Perdana Menteri Belanda

Pada 27 Juli 2016, mantan Perdana Menteri Belanda, Petrus Jozef Sietse "Piet" de Jong, meninggal dunia di Den Haag dalam usia 101 tahun.

Politikus kelahiran Apeldoorn, 3 April 1915, itu berasal dari Partai Rakyat Katolik (KVP) yang kemudian bergabung ke dalam Christian Democratic Appeal (CDA). Piet de Jong menjabat sebagai Perdana Menteri Belanda pada periode 5 April 1967 hingga 6 Juli 1971.

(Arief Setyadi )

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement