Tim gabungan BMKG dari pusat dan Unit Pelaksana Teknis (UPT) telah diterjunkan untuk melakukan survei gempa merusak. Kegiatan tersebut meliputi survei makroseismik, pengukuran mikrotremor dan MASW untuk mengetahui karakteristik serta respons tanah terhadap guncangan, pemantauan gempa susulan, hingga verifikasi dampak tsunami di lapangan.
Survei dilakukan untuk mendukung proses pemulihan dan rekonstruksi pascabencana. Hasilnya juga menjadi dasar pemetaan mikrozonasi pascagempa, evaluasi kondisi wilayah terdampak, serta penyusunan rekomendasi mitigasi dan rekonstruksi yang lebih aman.
BMKG memprioritaskan wilayah dengan tingkat kerusakan sedang hingga berat dan membandingkannya dengan wilayah yang relatif tidak mengalami kerusakan.
Selain itu, BMKG terus memberikan edukasi kepada masyarakat terdampak mengenai kondisi pascagempa, termasuk langkah-langkah yang perlu dilakukan apabila gempa susulan kembali terjadi.
Masyarakat diminta terus memperbarui informasi melalui kanal resmi BMKG dan tidak mudah percaya pada informasi yang belum terverifikasi.
“BMKG akan terus memantau aktivitas gempa bumi susulan dan menyampaikan pemutakhiran informasi secara berkala kepada pemangku kepentingan dan masyarakat. Maka dari itu, masyarakat diimbau untuk memperbarui informasi resmi BMKG melalui kanal komunikasi resmi yang telah terverifikasi,” pungkas Wijayanto.
(Awaludin)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.