Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Gempa M5,4 Guncang Cilacap, Ini Analisis BMKG

Binti Mufarida , Jurnalis-Jum'at, 04 September 2026 |14:10 WIB
Gempa M5,4 Guncang Cilacap, Ini Analisis BMKG
Ilustrasi gempa (Foto: Freepik)
A
A
A

JAKARTA - Gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo (M) 5,4 mengguncang wilayah selatan Jawa, Cilacap, Jawa Tengah, Jumat (4/9/2026) pukul 12.05.02 WIB. Berdasarkan hasil analisis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa tersebut memiliki kedalaman 69 kilometer.

Episenter gempa berada pada koordinat 8,27° Lintang Selatan dan 109,02° Bujur Timur, atau tepatnya di laut, sekitar 59 kilometer sebelah selatan Kota Cilacap, Jawa Tengah. Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG Wijayanto mengatakan gempa tersebut tidak berpotensi menimbulkan tsunami. 

“Hasil pemodelan tsunami menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami,” ungkap Wijayanto, Jumat.

Menurut Wijayanto, dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa tersebut merupakan jenis gempa bumi menengah yang terjadi akibat aktivitas subduksi lempeng Indo-Australia di bawah lempeng Eurasia.

Sementara hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan gempa memiliki pergerakan turun atau normal fault. Berdasarkan estimasi peta tingkat guncangan (shakemap) dan laporan masyarakat, gempa dirasakan di sejumlah wilayah.

Guncangan dengan skala intensitas III MMI dirasakan di Bantul, Cilacap, Kebumen, Purwokerto, dan Kulonprogo. Pada skala tersebut, getaran dirasakan nyata di dalam rumah dan terasa seakan-akan ada truk berlalu. Kemudian, skala II-III MMI dirasakan di Pangandaran. Sedangkan skala II MMI dirasakan di Pacitan, Sleman, dan Wonogiri.

Wijayanto mengatakan, hingga pukul 12.40.02 WIB, BMKG belum mendeteksi adanya aktivitas gempa bumi susulan (aftershock). Dia menyatakan akan terus memonitor aktivitas gempa bumi susulan dan menyampaikan pemutakhiran informasi kepada pemangku kepentingan serta masyarakat.

“Masyarakat diminta tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Masyarakat juga diminta menghindari bangunan yang retak atau rusak akibat gempa bumi,” katanya.

(Arief Setyadi )

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement