Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Peristiwa 7 September: Aktivis HAM Munir Tewas

Arief Setyadi , Jurnalis-Senin, 07 September 2026 |06:01 WIB
Peristiwa 7 September: Aktivis HAM Munir Tewas
Aktivis HAM Munir Said Thalib (Foto: Ist)
A
A
A

Kala itu, Munir merupakan Direktur Eksekutif Lembaga Pemantau Hak Asasi Manusia Indonesia Imparsial. Namanya semakin dikenal ketika aktif di Dewan Kontras dan memperjuangkan nasib orang-orang yang hilang akibat penculikan.

Pada masa tersebut, Munir turut membela para aktivis yang menjadi korban penculikan oleh Tim Mawar dari Kopassus. Berdasarkan catatan Wikipedia, Munir meninggal akibat diracun. Peristiwa tersebut terjadi dalam penerbangan GA-974. Sekitar tiga jam setelah pesawat lepas landas dari Singapura, awak kabin melaporkan kepada pilot Pantun Matondang bahwa Munir, yang duduk di kursi 40 G, mengalami sakit.

Munir juga diketahui beberapa kali pergi ke toilet. Pilot kemudian meminta awak kabin untuk terus memantau kondisi Munir.

- Pemberontakan Boxer Berakhir

Pemberontakan Boxer merupakan gerakan di Tiongkok yang berlangsung sejak November 1899 hingga 7 September 1901. Gerakan tersebut muncul sebagai bentuk perlawanan terhadap pengaruh asing di berbagai bidang, mulai dari perdagangan, politik, agama, hingga teknologi.

Gerakan Boxer dikenal sebagai aksi anti-asing dan anti-imperialis yang banyak melibatkan petani di wilayah Tiongkok utara. Kelompok tersebut menyerang warga asing, termasuk pihak yang terlibat dalam pembangunan jalur kereta api. Mereka juga menentang orang-orang Kristen yang dianggap berkaitan dengan dominasi asing di Tiongkok.

Pada Juni 1900, kelompok Boxer menyerang Beijing dan menewaskan sekitar 230 orang non-Tionghoa. Sejumlah warga Tionghoa yang beragama Kristen, termasuk umat Katolik di Provinsi Shandong dan Shanxi, turut menjadi korban.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement