Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Jejak Panjang Jenderal Suyudi Menuju Kursi Kapolri: Buru Buronan Sabu hingga Kamboja

Tim Okezone , Jurnalis-Kamis, 01 Oktober 2026 |21:07 WIB
Jejak Panjang Jenderal Suyudi Menuju Kursi Kapolri: Buru Buronan Sabu hingga Kamboja
Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto (foto: tangkapan layar)
A
A
A

5. Ungkap 11 Jaringan Narkoba

Tak lama setelah memimpin BNN, Suyudi juga memimpin pengungkapan sejumlah jaringan narkotika di berbagai daerah.

BNN pada September 2025 menyebut telah mengungkap 11 jaringan narkoba dengan 53 tersangka. Barang bukti yang disita mencapai lebih dari 503,7 kilogram berbagai jenis narkotika.

Barang bukti tersebut antara lain 60,2 kilogram sabu, 441,3 kilogram ganja, 1,3 kilogram kokain, serta sejumlah ekstasi dan bahan kimia. BNN memperkirakan pengungkapan tersebut dapat mencegah ancaman narkotika terhadap lebih dari 1,1 juta jiwa.

Angka 1,1 juta jiwa tersebut merupakan estimasi BNN berdasarkan jumlah barang bukti yang berhasil diamankan, bukan jumlah korban yang dihitung secara langsung.

6. Kejar Buronan Kasus 2 Ton Sabu hingga Kamboja

Kasus lain yang menonjol selama Suyudi memimpin BNN adalah pengejaran Dewi Astutik alias Mami, buronan internasional yang dikaitkan dengan kasus penyelundupan dua ton sabu.

Dewi ditangkap di Sihanoukville, Kamboja, pada 1 Desember 2025 melalui operasi yang melibatkan BNN, Kepolisian Kamboja, KBRI Phnom Penh, Atase Pertahanan RI, BAIS TNI, serta Bea dan Cukai.

BNN menyebut Suyudi sebelumnya memerintahkan pembentukan tim khusus untuk mengejar buronan tersebut. Operasi di lapangan kemudian dipimpin Direktur Penindakan dan Pengejaran BNN Roy Hardi Siahaan.

BNN menyebut Dewi sebagai aktor intelektual yang diduga terkait penyelundupan dua ton sabu jaringan Golden Triangle. Suyudi saat itu menyebut pengungkapan tersebut diperkirakan dapat menyelamatkan sekitar delapan juta jiwa dari ancaman narkotika. Angka tersebut merupakan estimasi berdasarkan jumlah narkotika yang berhasil digagalkan.

 

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement