Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Jejak Panjang Jenderal Suyudi Menuju Kursi Kapolri: Buru Buronan Sabu hingga Kamboja

Tim Okezone , Jurnalis-Kamis, 01 Oktober 2026 |21:07 WIB
Jejak Panjang Jenderal Suyudi Menuju Kursi Kapolri: Buru Buronan Sabu hingga Kamboja
Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto (foto: tangkapan layar)
A
A
A

JAKARTA - Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto kini resmi menjadi Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri), menggantikan Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

Presiden Prabowo Subianto melantik Suyudi sebagai Kapolri di Istana Negara, Kamis (1/10/2026). Sebelum menduduki posisi tertinggi di Korps Bhayangkara, Suyudi memiliki perjalanan karier panjang, terutama di bidang reserse dan kepemimpinan kewilayahan. Suyudi merupakan lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) 1994. Ia juga pernah menjalani pendidikan PTIK pada 2003 dan Sespimti pada 2018.

Berikut perjalanan karier hingga sejumlah pengungkapan kasus yang mewarnai kiprah Suyudi sebelum menjadi Kapolri, dilansir dari berbagai sumber:

1. Mengawali Karier dari Dunia Reserse

Suyudi mengawali perjalanan di kepolisian melalui fungsi reserse. Ia pernah menduduki sejumlah posisi operasional di lingkungan Polda Metro Jaya, termasuk Kanit II Resmob.

Kariernya kemudian berkembang dengan menduduki sejumlah jabatan di tingkat kepolisian resor hingga akhirnya dipercaya memimpin wilayah.

Suyudi tercatat pernah menjadi Kapolres Majalengka pada 2014, Kapolres Bogor pada 2015, dan Kapolres Metro Jakarta Pusat pada 2017. Ia juga pernah menjabat Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya serta mengisi sejumlah posisi di Bareskrim Polri.

2. Naik ke Level Pimpinan Polda

Setelah berkarier di sejumlah posisi reserse, Suyudi dipercaya menjadi Wakapolda Metro Jaya pada 2023.

Setahun kemudian, ia mendapat promosi menjadi Kapolda Banten. Posisi tersebut menjadi salah satu tahapan penting dalam perjalanan kariernya sebelum masuk ke lembaga di luar struktur Polri.

Selama memimpin Polda Banten pada 2024, institusi tersebut mencatat 4.155 tindak pidana. Angka itu meningkat 15 persen dibandingkan 2023 yang mencapai 3.603 perkara.

Sementara jumlah penyelesaian tindak pidana pada 2024 tercatat 3.509 perkara, meningkat 69 persen dibandingkan 2023 yang sebanyak 2.081 perkara.

Sejumlah perkara yang diungkap jajaran Polda Banten pada periode tersebut antara lain kasus oli palsu, korupsi, penyuntikan gas, penyalahgunaan BBM subsidi, endorsement, hingga judi daring.

 

3. Beralih Memimpin BNN

Karier Suyudi kemudian berlanjut di luar struktur Polri. Pada Agustus 2025, Presiden Prabowo Subianto melantiknya sebagai Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN). Pangkatnya kemudian dinaikkan menjadi Komisaris Jenderal atau jenderal bintang tiga pada September 2025.

Di BNN, fokus Suyudi bergeser pada pemberantasan peredaran narkotika, termasuk pengungkapan jaringan narkoba dan operasi di sejumlah wilayah.

4. Pimpin Penggerebekan Kampung Bahari, Sita 89 Kg Sabu

Salah satu operasi besar yang dipimpin Suyudi terjadi di Kampung Bahari, Jakarta Utara, pada November 2025.

Dalam operasi gabungan BNN dan Polri pada 7 November 2025, Suyudi memimpin langsung sekitar 700 personel gabungan.

Petugas menyita 89.159,42 gram atau sekitar 89,16 kilogram sabu, 91,53 gram ganja, 159 butir ekstasi, uang tunai sekitar Rp1,46 miliar, serta uang palsu Rp5,5 juta. Sembilan tersangka turut diamankan dalam operasi tersebut.

Penggerebekan tersebut merupakan operasi lanjutan setelah sebelumnya BNN dan Polri melakukan penindakan di kawasan yang sama pada 5 November 2025.

 

5. Ungkap 11 Jaringan Narkoba

Tak lama setelah memimpin BNN, Suyudi juga memimpin pengungkapan sejumlah jaringan narkotika di berbagai daerah.

BNN pada September 2025 menyebut telah mengungkap 11 jaringan narkoba dengan 53 tersangka. Barang bukti yang disita mencapai lebih dari 503,7 kilogram berbagai jenis narkotika.

Barang bukti tersebut antara lain 60,2 kilogram sabu, 441,3 kilogram ganja, 1,3 kilogram kokain, serta sejumlah ekstasi dan bahan kimia. BNN memperkirakan pengungkapan tersebut dapat mencegah ancaman narkotika terhadap lebih dari 1,1 juta jiwa.

Angka 1,1 juta jiwa tersebut merupakan estimasi BNN berdasarkan jumlah barang bukti yang berhasil diamankan, bukan jumlah korban yang dihitung secara langsung.

6. Kejar Buronan Kasus 2 Ton Sabu hingga Kamboja

Kasus lain yang menonjol selama Suyudi memimpin BNN adalah pengejaran Dewi Astutik alias Mami, buronan internasional yang dikaitkan dengan kasus penyelundupan dua ton sabu.

Dewi ditangkap di Sihanoukville, Kamboja, pada 1 Desember 2025 melalui operasi yang melibatkan BNN, Kepolisian Kamboja, KBRI Phnom Penh, Atase Pertahanan RI, BAIS TNI, serta Bea dan Cukai.

BNN menyebut Suyudi sebelumnya memerintahkan pembentukan tim khusus untuk mengejar buronan tersebut. Operasi di lapangan kemudian dipimpin Direktur Penindakan dan Pengejaran BNN Roy Hardi Siahaan.

BNN menyebut Dewi sebagai aktor intelektual yang diduga terkait penyelundupan dua ton sabu jaringan Golden Triangle. Suyudi saat itu menyebut pengungkapan tersebut diperkirakan dapat menyelamatkan sekitar delapan juta jiwa dari ancaman narkotika. Angka tersebut merupakan estimasi berdasarkan jumlah narkotika yang berhasil digagalkan.

 

7. Dari Kepala BNN ke Kursi Kapolri

Setelah menjalani perjalanan panjang dari fungsi reserse, memimpin sejumlah satuan kewilayahan, menjadi Kapolda Banten, hingga memimpin BNN, Suyudi akhirnya dipercaya mengisi posisi Kapolri.

DPR RI menyetujui Suyudi sebagai Kapolri dalam rapat paripurna pada Kamis (1/10/2026), setelah sebelumnya menjalani uji kelayakan dan kepatutan di Komisi III DPR.

Presiden Prabowo kemudian melantik Suyudi sebagai Kapolri menggantikan Listyo Sigit Prabowo pada hari yang sama.

Dengan latar belakang panjang di bidang reserse, kepemimpinan kewilayahan, serta pengalaman memimpin BNN, Suyudi kini memimpin institusi Polri sebagai Kapolri.
 

(Awaludin)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement