Gus Nabil menilai keberadaan federasi dan semakin banyaknya atlet lokal menjadi salah satu fondasi penting dalam memperluas ekosistem pencak silat internasional.
“Kita ingin bukan hanya orang Indonesia yang berlatih pencak silat di luar negeri. Harus semakin banyak warga lokal yang belajar, menjadi pelatih, menjadi atlet, dan pada akhirnya ikut membangun organisasi pencak silat di negaranya masing-masing,” ujarnya.
Dalam pertemuan tersebut, Gus Nabil juga menyampaikan perkembangan Pagar Nusa di Hong Kong. PCI Pagar Nusa Hong Kong saat ini telah menaungi dua Pengurus Anak Cabang (PAC).
Latihan dilakukan secara rutin pada hari libur kerja dengan Victoria Park sebagai salah satu pusat kegiatan. Selain itu, terdapat dua titik latihan lainnya di wilayah Hong Kong.
Menurut Gus Nabil, pencak silat menjadi salah satu ruang bagi para PMI untuk mengisi hari libur dengan kegiatan positif sekaligus memperkuat kedisiplinan, persaudaraan, dan karakter.
“Kehadiran Pagar Nusa dan IPSI di Hong Kong bukan sekadar wadah pembinaan karakter bagi sahabat-sahabat Pekerja Migran Indonesia di hari libur mereka, melainkan instrumen aktif soft-power diplomacy Indonesia di panggung internasional,” kata Gus Nabil.
Dia juga meminta seluruh kader Pagar Nusa menaati regulasi yang berlaku serta ikut menjaga nama baik Indonesia di Hong Kong.
“Konsistensi kita di ajang bergengsi seperti Hong Kong Flower Show membuktikan bahwa nilai-nilai kebangsaan dan kebudayaan Nusantara mampu beradaptasi serta diterima dengan hangat oleh masyarakat global,” ujarnya.