Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Pramono Kaji Nasib Ganjil Genap di Jalan Gajah Mada-Kota Tua: Segera Saya Putuskan

Yuwantoro Winduajie , Jurnalis-Minggu, 04 Oktober 2026 |14:50 WIB
Pramono Kaji Nasib Ganjil Genap di Jalan Gajah Mada-Kota Tua: Segera Saya Putuskan
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung (foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung menyatakan, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan segera mengkaji kebijakan ganjil genap di Jakarta, khususnya ruas Jalan Gajah Mada, Jalan Hayam Wuruk hingga Kota Tua. Kajian dilakukan menyusul sejumlah masukan terkait dampak kebijakan tersebut di sejumlah ruas jalan.

"Untuk ganjil genap segera kita lakukan kajian. Memang bukan hanya di tempat yang tadi disampaikan, di Gajah Mada, Hayam Wuruk, sampai dengan Kota Tua, itu mereka merasakan dampak yang sudah cukup lama," kata Pramono kepada wartawan di Velodrome, Jakarta Timur, Minggu (4/10/2026).

Menurut dia, hasil kajian tersebut akan menjadi dasar Pemprov DKI Jakarta dalam menentukan kelanjutan kebijakan ganjil genap. 

"Untuk itu segera kami akan memutuskan mengenai apa kebijakan ganjil genap tersebut," ujarnya.

Pramono menilai perkembangan proyek MRT Jakarta juga menjadi salah satu pertimbangan dalam evaluasi kebijakan tersebut. Ia berharap pekerjaan konstruksi di permukaan dapat rampung pada 2027.

"Karena memang pekerjaan di permukaan untuk MRT mudah-mudahan sampai dengan 2027 itu sudah bisa terselesaikan," ucapnya.

Setelah pekerjaan tersebut selesai, Pemprov DKI Jakarta akan menilai kembali apakah kebijakan ganjil genap masih diperlukan. 

"Sehingga dengan demikian, apakah kebijakan ganjil genap itu masih perlu dilakukan atau tidak, segera saya putuskan," kata Pramono.

(Awaludin)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement