Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Panglima TNI Sebut Ratusan Satuan Baru Pasukan Elite untuk Amankan Pulau dan Garap Lahan Tidur

Achmad Al Fiqri , Jurnalis-Senin, 05 Oktober 2026 |13:31 WIB
Panglima TNI Sebut Ratusan Satuan Baru Pasukan Elite untuk Amankan Pulau dan Garap Lahan Tidur
Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto/Okezone
A
A
A

JAKARTA - Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto menjelaskan, penambahan ratusan satuan baru di sejumlah daerah merupakan bentuk pertahanan rakyat semesta. Nantinya, satuan baru itu diperuntukan untuk mengamankan sejumlah pulau-pulau terluar yang tak terhuni.

Menurutnya, pasukan TNI harus menjaga kedaulatan dan daerah di 17 ribu pulau yang ada di Indonesia. Untuk itu, ia berkata, satuan baru TJI diperuntukan buat menjaga keutuhan wilayah.

“Kedaulatan harus kita pertahankan. Jadi ya pasukan yang ada nanti akan kita sebar di sampai dengan ke pulau-pulau terkecil. Jangan sampai pulau-pulau yang banyak tidak dihuni oleh kita, nanti diambil oleh negara lain dan jadi kedaulatan kita terganggu," kata Agus di Mabes TNI, Jakarta Timur, Senin (5/10/2026).

Kendati demikian, Agus berkata, satuan baru TNI itu disiapkan untuk menjaga pulau sebelum diduduki oleh negara lain.

"Siapkan personelnya, nanti alutsistanya kita siapkan sehingga ya kita benar-benar aman lah. Kita mengamankan keutuhan wilayah, mengamankan masyarakat juga," ucapnya.

Selain menjaga pulau, Agus berkata, satuan baru TNI juga ditugaskan untuk menggarap lahan tidur. Apalagi, kata dia, satuan baru ini ada Yon TP yang terdiri dari sembilan kompi.

"Jadi sembilan kompi, empat kompi itu kompi produksi yang bisa menanam, membantu menanam padi dan sebagainya, ya, itu untuk masyarakat ya. Semuanya yang kita lakukan itu untuk masyarakat," ucap Agus.

"Jadi banyak lahan-lahan yang banyak lahan tidur yang harus kita kelola dengan baik, hasilnya ya untuk masyarakat," pungkasnya.

 

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement