Almuzzammil juga menyampaikan pertemuan tersebut membahas gagasan RUU Ekonomi Syariah untuk penguatan dari sisi regulasi.
"Kita mendiskusikan perlunya omnibus law Rancangan Undang-Undang (RUU) Ekonomi Syariah sebagai payung hukum yang komprehensif untuk mengintegrasikan berbagai regulasi sektoral yang saat ini masih terfragmentasi," tambahnya.
Lebih lanjut, PKS dan MUI juga memiliki perhatian besar terhadap penguatan ketahanan keluarga di tengah berbagai tantangan moral dan sosial yang berkembang, khususnya LGBTQ.
"Keluarga harus menjadi benteng utama dalam menjaga generasi. Kita menghadapi berbagai permasalahan moral yang semakin serius, khususnya LGBTQ. PKS telah menerima naskah akademik dan draft RUU Pencegahan dan Penanggulangan LGBTQ dari MUI dan insya Allah siap memperjuangkannya di Baleg DPR," lanjutnya.
"Penyelesaian persoalan LGBTQ harus proporsional: mencegah dan menghentikan tindakan dan propaganda LGBTQ, sekaligus membuka ruang pembinaan, pendampingan, dan rehabilitasi bagi mereka yang membutuhkan,” tambah Almuzzammil.
Isu Palestina juga menjadi salah satu pembahasan penting dalam pertemuan tersebut. AMY menegaskan bahwa solidaritas bangsa Indonesia terhadap Palestina tidak boleh pernah padam.
“Solidaritas Indonesia untuk Palestina tidak boleh pernah padam. Ini bukan hanya persoalan agama, tetapi persoalan kemerdekaan, kemanusiaan, dan amanat konstitusi kita yang menegaskan bahwa penjajahan di atas dunia harus dihapuskan,” tegasnya.