Tinubu memerintahkan Angkatan Udara untuk melakukan penyelidikan menyeluruh terhadap penyebab kecelakaan tersebut.
"Saya telah menetapkan tiga hari berkabung nasional dan memerintahkan agar bendera dikibarkan setengah tiang di seluruh negeri sebagai penghormatan bagi mereka yang telah gugur," tambah presiden, sebagaimana dilansir RT.
Nigeria telah mencatat beberapa kecelakaan penerbangan militer yang mematikan dalam beberapa tahun terakhir. Pada Mei 2021, sebuah pesawat militer jatuh di dekat bandara Kaduna dan menewaskan seluruh 11 orang di dalamnya, termasuk Kepala Staf Angkatan Darat saat itu, Letnan Jenderal Ibrahim Attahiru. Tiga bulan sebelumnya, tujuh personel Angkatan Udara tewas ketika pesawat Beechcraft King Air B350i jatuh di dekat Abuja setelah melaporkan adanya kerusakan mesin.
Kecelakaan pada Senin itu terjadi beberapa hari setelah kecelakaan helikopter di Zimbabwe yang menewaskan pengusaha Wicknell Chivayo—sekutu dekat Presiden Emmerson Mnangagwa—serta orang-orang lain yang berada di dalamnya.
(Rahman Asmardika)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.