Terlebih, jika hal itu terjadi di kawasan permukiman padat penduduk, contohnya seperti wilayah Cakung dan Tambora. Dengan kondisi El Nino, ditambah kawasan tersebut cukup padat, potensi terjadinya kebakaran dinilai sangat tinggi.
“Sering kali kebakarannya dari hal-hal yang sederhana, apakah korsleting listrik, puntung rokok, dari sampah, dan sebagainya dan sebagainya,” tutur Pramono.
Di sisi lain, pihaknya juga terus berupaya untuk memberdayakan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) sebagai bentuk intervensi pembuatan hujan guna mengantisipasi El Nino dan meminimalisir terjadinya bencana seperti kebakaran.
“Saya terus terang, kalau mau hujan itu selalu berdoa. Mudah-mudahan intervensi kita, TMC kita itu betul-betul bisa menghasilkan hujan,” katanya.
(Arief Setyadi )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.