JAKARTA - Operasional Bandara Internasional King Khalid di Riyadh, Arab Saudi, kembali berjalan normal setelah dua serangan yang dikaitkan dengan kelompok Houthi Yaman. Serangan tersebut dilaporkan menewaskan tiga warga Saudi dan melukai sejumlah orang lainnya.
Media pemerintah Arab Saudi, Alekhbariya TV, melaporkan bahwa pergerakan penumpang di bandara telah kembali lancar. Layanan operasional juga dilanjutkan dan lalu lintas udara kembali normal.
Menurut stasiun televisi tersebut, pemulihan operasional dalam waktu singkat menunjukkan kesiapan infrastruktur bandara dan kemampuan sistem penerbangan sipil Arab Saudi dalam menangani situasi darurat. Keselamatan penumpang dan petugas disebut tetap menjadi prioritas.
Di tengah pulihnya operasional bandara, Badan Keselamatan Penerbangan Uni Eropa (EASA) justru memperluas peringatan terkait wilayah udara Arab Saudi menyusul serangan terhadap dua bandara.
Dalam pembaruan informasi zona konflik, EASA menyebut serangan terbaru menunjukkan kemampuan dan niat kelompok Houthi untuk menyasar wilayah yang lebih jauh ke dalam Arab Saudi.
“Meski wilayah udara bagian selatan dan barat daya Arab Saudi tetap sangat rentan karena kedekatannya dengan daerah yang dikuasai Houthi di Yaman, serangan baru-baru ini menunjukkan kemampuan dan niat kelompok tersebut untuk menyerang target lebih jauh di dalam wilayah Saudi,” demikian pernyataan EASA.