“Mekanisme tersebut menunjukkan bahwa sumber gempa bukan sekadar getaran biasa, melainkan proses rupture atau rekahan atau pecahnya batuan di sepanjang bidang sesar yang melepaskan energi elastik dalam jumlah sangat besar,” ujarnya.
Guncangan gempa dirasakan secara luas di Panama hingga Kosta Rika, Kolombia, dan Venezuela. Sejumlah kesaksian masyarakat menyebutkan guncangan sangat kuat, benda-benda berjatuhan, serta terjadinya gangguan aliran listrik.
“Potensi kerusakan menjadi perhatian serius karena sebagian bangunan di wilayah terdampak belum dirancang dengan standar ketahanan gempa yang memadai dan belum pernah mengalami pengujian alami oleh guncangan gempa besar,” kata Daryono.
Daryono mengatakan bahwa laporan awal menyebutkan adanya korban luka dan kerusakan bangunan, sementara korban meninggal belum terkonfirmasi. Namun, pendataan masih berlangsung, terutama di kawasan pedesaan yang berdekatan dengan sumber gempa.
“Perlu diingat, tidak adanya laporan kerusakan bukan berarti tidak ada kerusakan. Wilayah yang mengalami guncangan paling kuat justru dapat mengalami gangguan komunikasi sehingga informasi mengenai dampak bencana terlambat diterima,” katanya.