JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menanggapi bentrokan petugas Satpol PP dan Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta dengan pekerja proyek di kawasan Bulungan, Jakarta Selatan. Pramono menegaskan, bentrokan tersebut bukan dipicu oleh penertiban pedagang nasi yang biasa berjualan untuk pekerja proyek.
"Mereka bukan seperti yang digambarkan melakukan penertiban terhadap pedagang ataupun ibu yang biasa berjualan di sana. Ini rentetannya adalah penertiban yang dilakukan oleh Dishub sehingga tidak ada kaitannya dengan itu," tegas Pramono di Jakarta Timur, Senin (12/10/2026).
Pramono menjelaskan, bentrokan bermula saat petugas melakukan operasi penertiban terhadap pedagang kaki lima (PKL) dan kendaraan yang parkir sembarangan.
Menurutnya, penertiban menyasar pihak-pihak yang menggunakan lahan tidak sesuai peruntukannya hingga mengganggu ketertiban masyarakat.
"Awalnya adalah ini merupakan penertiban terhadap PKL, parkir liar dan juga pedagang kaki lima yang eh sementara tetapi menggunakan lahan yang mengganggu ketertiban masyarakat," jelas Pramono.
Operasi kemudian berlanjut ke area Kolam Renang Bulungan. Di lokasi tersebut, petugas melakukan operasi cabut pentil terhadap kendaraan yang parkir sembarangan.
Politikus PDIP ini menyebut, situasi memanas setelah sejumlah pekerja proyek diduga memprovokasi petugas hingga terjadi bentrokan.
"Tetapi dalam suasana itu kemudian ada yang memprovokasi. Terutama para pekerja yang ada di tempat itu. Dan akibat provokasi itu kemudian ada bentrokan awal antara dishub dengan para pekerja yang ada," ungkap Pramono.