Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Peringatkan AS, Iran Akan Hancurkan Pusat Data dan Fasilitas AI Jika Diserang Lagi

Rahman Asmardika , Jurnalis-Rabu, 14 Oktober 2026 |02:05 WIB
Peringatkan AS, Iran Akan Hancurkan Pusat Data dan Fasilitas AI Jika Diserang Lagi
Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Mohsen Rezaei. (Foto: Nur Photo)
A
A
A

TEHERAN - Iran akan menghancurkan infrastruktur teknologi Amerika Serikat (AS) di kawasan Teluk jika Washington kembali melancarkan serangan. Demikian peringatan yang disampaikan oleh Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Mohsen Rezaei.

Dalam wawancara dengan Press TV yang ditayangkan akhir pekan lalu, Rezaei secara khusus menyoroti aset-aset AS yang berada di Uni Emirat Arab dan di sekitar Selat Hormuz. Ia memperkirakan nilai aset-aset tersebut mencapai lebih dari USD 2 triliun dan menyebutnya sebagai "nadi perekonomian Amerika di kawasan ini."

"Kami belum memasukkan aset-aset ini ke dalam daftar target kami. Namun, jika perang pecah, banyak dari kabel, pusat data, fasilitas kecerdasan buatan, dan berbagai lokasi lainnya akan dihancurkan," ujarnya sebagaimana dilansir RT.

Rezaei menyatakan bahwa Teheran sengaja menahan penggunaan sejumlah kemampuan militernya dalam pertempuran sebelumnya, namun kini siap untuk mengerahkan kemampuan tersebut dan "menghadapi musuh dengan rencana yang jauh lebih luas dan menyeluruh" jika permusuhan kembali terjadi.

Amerika Serikat dan Israel melancarkan kampanye militer terhadap Iran pada 28 Februari. Meskipun pertempuran telah mereda, blokade angkatan laut AS terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran masih berlanjut, sementara lalu lintas pelayaran melalui Selat Hormuz tetap terganggu.

Kontak diplomatik terus berlangsung melalui Pakistan, Qatar, dan Irak. Rezaei mengatakan bahwa Washington telah menerima sebagian dari tujuh syarat Teheran untuk menyelesaikan konflik, namun membiarkan poin-poin lainnya tetap tidak jelas, sehingga tanggapan mereka dianggap tidak memadai.

Tuntutan Iran mencakup pencabutan blokade angkatan laut, penghentian permusuhan di semua lini, dan pelepasan aset yang dibekukan. Juru bicara Kementerian Luar Negeri, Esmaeil Baghaei, mengatakan pada Senin (12/10/2026) bahwa komunikasi melalui pihak penengah masih terus berjalan dan Teheran sedang meninjau poin-poin terbaru dari Washington.

 

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement