Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Kapal Kontaner Singapura Tenggelam Dihantam Proyektil di Selat Hormuz

Rahman Asmardika , Jurnalis-Kamis, 15 Oktober 2026 |11:03 WIB
Kapal Kontaner Singapura Tenggelam Dihantam Proyektil di Selat Hormuz
Ilustrasi.
A
A
A

LONDON — Sebuah kapal kontainer tenggelam di dekat Selat Hormuz setelah terkena proyektil, sementara kapal kargo curah lainnya yang mengalami kerusakan akibat serangan sebelumnya juga dilaporkan sedang tenggelam, ungkap sumber keamanan maritim pada Rabu (14/10/2026).

Pihak pengelola kapal berbendera Singapura tersebut, GFS Ship Management FZE yang berbasis di Uni Emirat Arab (UEA), tidak dapat segera dihubungi untuk dimintai komentar.

Otoritas Maritim dan Pelabuhan Singapura mengonfirmasi bahwa kapal berbendera Singapura, GFS Pride, telah tenggelam setelah terkena proyektil yang menyebabkan kerusakan dan kebakaran di atas kapal. Seluruh 21 awak kapal berhasil dievakuasi dengan selamat, tambah otoritas tersebut.

Tenggelamnya GFS Pride merupakan insiden kedua di mana sebuah kapal tenggelam sejak perang Amerika Serikat–Iran dimulai pada 28 Februari, menurut data dari badan pelayaran PBB, Organisasi Maritim Internasional (International Maritime Organization).

Dalam insiden terpisah, kapal berbendera Antigua dan Barbuda, Cape Dao, dilaporkan sedang tenggelam di dekat selat tersebut setelah terkena proyektil pada 23 September, tambah sumber-sumber tersebut.

Pihak pengelola kapal itu, Peonies Shipmanagement FZE yang berbasis di UEA, tidak dapat segera dihubungi untuk dimintai komentar.

“Kapal kargo curah berbendera Antigua & Barbuda, CAPE DAO, yang sebelumnya terkena serangan pada 23 September, dilaporkan sedang tenggelam setelah upaya penyelamatan gagal dilakukan,” tulis Vanguard, grup manajemen risiko maritim asal Inggris, dalam sebuah catatan pada Rabu.

Badan keamanan maritim Inggris, UKMTO, telah mengeluarkan empat peringatan baru mengenai serangan terpisah di Selat Hormuz, yang melaporkan adanya serangan terhadap satu kapal tanker dan tiga kapal kontainer pada 13 Oktober.

 

Kapal-kapal tersebut masing-masing terkena proyektil yang tidak diketahui jenisnya dan tidak diidentifikasi secara spesifik dalam pemberitahuan peringatan tersebut. Namun, Vanguard Tech telah mengidentifikasi kapal-kapal kontainer itu sebagai GFS Pride, GFS Giselle, dan Al Saadiyat, sementara kapal tanker tersebut diidentifikasi sebagai Alfonso.

Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menyatakan bahwa sebuah kapal kontainer telah menghantam ranjau di perairan sebelah selatan Selat Hormuz, menurut laporan Sepah News. Dalam sebuah pernyataan, Angkatan Laut IRGC mengeklaim bahwa kapal tersebut membawa 2.500 kontainer dan berupaya melintasi rute yang “tidak sah dan berbahaya” melalui Selat tersebut. Mereka menyatakan bahwa ledakan ranjau memicu kebakaran hebat di atas kapal, yang kemudian menyebabkan kapal itu tenggelam.

(Rahman Asmardika)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement