Kedua, Iran kembali ke jaman sebelum revolusi Islam 1979. Peluang ini ada, meski Amerika tidak nampak menyiapkan putra mahkota yang terusir di pengasingan, Reza Pahlevi. Tetapi gerakan masive di Toronto, Melbourne, serta sejumlah kota di Eropa, mengisyaratkan dia siap pulang kampung ke Teheran.
Ketiga, bisa saja figur kompromi antara Barat dan Iran yang diusung. Tokoh ini minimal sebagai pimpinan transisi untuk memudahkan Amerika dan Israel mendesakkan agenda-agenda jangka pendek. Siapa tokoh tersebut?
Dewan kepemimpinan interim Iran yang terdiri dari: Presiden, Ketua Mahkamah Agung, serta Mustasyar (penasehat) dari Dewan Wali telah menunjuk Ali Reza Arafi, sebagai pengganti sementara Ali Khamenei.
Penutup
Kesigapan dewan interim menunjuk pemimpin transisi, mengisyaratkan bahwa pemerintahan Iran solid. Rantai komando hingga kebijakan strategis tidak terganggu. Antisipasi atas mangkatnya Ali Khamenei terlihat dipersiapkan dengan matang. Publik internasional menunggu; apakah Amerika punya skenario lain atas masa depan Iran ?
(Arief Setyadi )