Menteri Luar Negeri Belgia Didier Reynders mengatakan sangat luar biasa bahwa pengubahan batas tersebut berlangsung tanpa konflik berarti. “Mungkin ini hanya akan terjadi antara Belanda dengan Belgia,” tuturnya.
Akan tetapi, pengubahan tersebut menghasilkan situasi geografis yang aneh. Selama lebih dari satu abad, Sungai Meuse menjadi batas antara Kota Vise, Belgia, dengan Kota Maastricht dan Eijsden-Margraten, Belanda. Lewat pengerukan tanah pada 1960-1980, sungai tersebut dibuat lurus untuk membuat koneksi antara Kanal Juliana dengan Terusan Albert menjadi lebih mudah.
Pengubahan rute sungai tersebut berarti perjanjian yang diteken pada 1839 tidak lagi akurat. Masalah baru muncul jika aparat penegak hukum di kedua negara saling bersinggungan di wilayah tetangganya. Otoritas menduga wilayah tersebut nantinya malah akan menjadi surga bagi tindak kriminal dan perilaku asusila.
(Wikanto Arungbudoyo)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.