Sambangi Jepang, Ini Cara Trump Tunjukkan Simpati kepada Keluarga Korban Penculikan Korut

Wikanto Arungbudoyo, Okezone · Jum'at 03 November 2017 13:01 WIB
https: img.okezone.com content 2017 11 03 18 1807749 sambangi-jepang-ini-cara-trump-tunjukkan-simpati-kepada-keluarga-korban-penculikan-korut-eagmwURAqU.jpg Presiden AS Donald John Trump (Foto: Carlo Allegri/Reuters)

WASHINGTON – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump berencana mengunjungi keluarga korban penculikan Korea Utara (Korut) saat berkunjung ke Jepang. Penasihat Keamanan Nasional, Jenderal HR McMaster mengatakan, sang presiden ingin membawa pesan empati kepada keluarga korban.

BACA JUGA: Presiden Trump Kunjungi 3 Negara selama Tur Asia, Ke Mana Saja?

“Presiden akan membawa pesan simpati dan empati kepada keluarga korban. Anda tidak bisa membayangkan kehilangan seorang anak,” ujar Jenderal McMaster dalam sebuah wawancara, sebagaimana diwartakan NHK, Jumat (3/11/2017).

Ia menambahkan, Presiden Trump juga hendak menyampaikan kembali seperti apa rezim yang sedang berkuasa di Korea Utara. McMaster menyatakan, tujuan utama dari kunjungan sang presiden ke Asia adalah untuk menarik perhatian dunia terhadap program nuklir Korea Utara.

Selain itu, Presiden Donald Trump juga akan menguatkan komitmen AS untuk bekerja bersama dengan kedua sekutunya di kawasan Pasifik, Jepang dan Korea Selatan (Korsel). Presiden AS ke-45 itu siap untuk meyakinkan warga Jepang bahwa kedua negara berdiri dalam posisi yang sama terkait isu Korut.

BACA JUGA: Adik Remaja Jepang yang Diculik Korut Berharap Trump Mampu Pulangkan Kakaknya

Harapan yang sama juga dilambungkan adik salah satu korban penculikan, Takuya Yokota. Ia kehilangan kakaknya, Megumi Yokota, yang diculik oleh mata-mata Korut pada November 1977 saat pulang dari sekolah. Megumi diculik saat usianya masih 13 tahun.

Nama Megumi Yokota mencuri perhatian karena Presiden Donald Trump mengangkat kasus penculikan tersebut untuk menyerang Korut. Trump menyebut nama Megumi dalam pidatonya di Sidang Majelis Umum PBB pada September lalu.

Korea Utara diketahui menculik 13 orang warga Jepang untuk alasan yang berbeda-beda. Perdana Menteri Jepang, Shinzo Abe, pernah menyatakan tidak akan beristirahat dengan tenang sampai 13 orang tersebut dipulangkan kembali ke Negeri Sakura.

BACA JUGA: Jepang Puji Trump karena Sebut Penculikan Warganya dalam Pidato di Sidang Majelis Umum PBB

Namun, kemajuan proses pemulangan tersebut mandek sejak 2002 ketika lima dari 13 orang yang diculik itu dikembalikan ke Jepang. Pyongyang saat itu mengatakan bahwa delapan orang sisanya, termasuk Megumi, sudah meninggal dunia.

Trump akan menjadi Presiden AS ketiga yang mengunjungi keluarga korban penculikan setelah George Walker Bush dan Barack Obama.

(war)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini