nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Jepang Sesalkan Pendirian Patung Wanita Penghibur di AS

Wikanto Arungbudoyo, Jurnalis · Jum'at 24 November 2017 23:05 WIB
https: img.okeinfo.net content 2017 11 24 18 1820189 jepang-sesalkan-pendirian-patung-wanita-penghibur-di-as-qdxhee5gqd.jpg Jepang menyesalkan pendirian patung wanita penghibur di San Fransisco, Amerika Serikat (Foto: BBC)

OSAKA – Sebagaimana diperkirakan, Jepang marah besar atas pendirian patung wanita penghibur di San Fransisco, Amerika Serikat (AS). Wali Kota Osaka, Hirofumi Yoshimura mengatakan, pihaknya akan memutus kemitraan sebagai sister city dari San Fransisco yang sudah terjalin selama 60 tahun.

BACA JUGA: San Fransisco Terima Patung Wanita Penghibur, Osaka Ancam Putus Hubungan

“Penandatanganan undang-undang yang memungkinkan patung tersebut menjadi properti umum adalah pelanggaran terhadap kepercayaan. Kami akan menghentikan hubungan sister city dengan San Fransisco,” ujar Hirofumi Yoshimura, melansir dari ABC News, Jumat (24/11/2017).

Ia menambahkan, Osaka tidak akan lagi menyumbang uang publik untuk mendanai pertukaran budaya antara kedua kota. Sementara itu, Kepala Kabinet Jepang Yoshihide Suga mengatakan, keputusan San Fransisco itu bertentangan dengan posisi Jepang dan sangat disesalkan.

Dua buah patung tersebut diketahui didirikan oleh komunitas keturunan China, Korea, dan Filipina di California. Patung itu menggambarkan tiga orang perempuan muda yang berasal dari tiga negara berbeda, yakni Korea, China, dan Filipina. Ketiga gadis itu digambarkan sedang membentuk lingkaran dan saling berpegangan tangan.

BACA JUGA: PM Jepang Minta Patung Jugun Ianfu di Korsel Dihilangkan

Patung di San Fransisco itu dibuat secara diam-diam pada akhir September. Baru pada Rabu 22 November, Wali Kota Edwin Lee mengesahkan dokumen bahwa Pemkot secara resmi menerima patung tersebut.

“Monumen ini menjadi saksi penderitaan ratusan ribu perempuan dan gadis muda yang disebut ‘Wanita Penghibur’, yang dijadikan budak seks oleh Angkatan Bersenjata Kekaisaran Jepang di 13 negara Asia Pasifik pada 1931-1945,” demikian bunyi keterangan di patung tersebut.

Selain patung tiga gadis tersebut, ada satu patung lagi yang didirikan terpisah. Patung perempuan lanjut usia (lansia) itu dibangun menyerupai sosok Kim Hak-sun, seorang korban yang pertama kali menyuarakan pengalamannya sebagai wanita penghibur selama pendudukan Jepang di Korea.

BACA JUGA: Protes Patung Jugun Ianfu, Diplomat Jepang Tinggalkan Korsel 

Sebagaimana diketahui, sekira 200 ribu orang perempuan dari berbagai negara dipaksa oleh Jepang bekerja sebagai wanita penghibur di rumah-rumah bordil di kamp militer. Para perempuan itu didatangkan dari berbagai negara, seperti Korea, China, Filipina, Indonesia, dan Taiwan.

Selain patung wanita penghibur yang memicu kontroversi di Seoul, Korea Selatan (Korsel), patung serupa juga ada di wilayah lain di AS, Kanada, dan Australia. Di Negeri Kanguru, patung wanita penghibur tersebut pertama kali didirikan pada 2016 sehingga memicu ketegangan hubungan dengan Jepang.

(war)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini