Ijazah Hilang, JR Saragih Ancam Pidanakan KPU Sumut

Wahyudi Aulia Siregar, Jurnalis · Selasa 13 Maret 2018 04:00 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 03 13 340 1871795 ijazah-hilang-jr-saragih-ancam-pidanakan-kpu-sumut-nYA0wVD5pP.jpg JR Saragih-Ance (Foto: Okezone)

MEDAN - Bakal Calon Gubernur Sumatera Utara (Sumut), Jopinus Ramli ‎(JR) Saragih mengancam akan mempidanakan Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumut, jika tidak menetapkan pasangan JR Saragih-Ance Selian sebagai pasangan calon pada pemilihan gubernur dan wakil gubernur (Pilgub) Sumut periode 2018-2023.

Ancaman itu disampaikan JR Saragih menanggapi kecenderungan penolakan oleh KPU Sumut atas Surat Keterangan Pengganti Ijazah (SKPI) yang dilegalisir JR Saragih untuk melengkapi berkas pendaftaran pasangan calon.

"Kita pada dasarnya patuh pada keputusan Bawaslu, untuk melegalisir kembali ijazah SMA saya ke instansi terkait. Bawaslu memerintahkan agar saat legalisir itu KPU ikut mendampingi. Itu sudah saya lakukan. Kalau KPU tidak menerima juga, artinya ada upa‎ya menghalang-halangi saya untuk maju sebagai calon. Tentu akan saya pidanakan," tegas JR Saragih di Kantor DPD Partai Demokrat Sumut, Senin (12/3/2018).

(Baca Juga: Edy Rahmayadi "Diculik" Tukang Becak di Pasar Pringgan)

Sebelumnya, pasangan JR-Ance digugurkan oleh KPU sebagai pasangan calon, karena fotokopi legalisir ijazah SMA JR Saragih dari SMA Iklas Prasetia, Jakarta, dinilai tidak memenuhi syarat. ‎Keputusan itu kemudian digugat ke Bawaslu hingga akhirnya Bawaslu merekomendasikan untuk memberikan kesempatan JR melegalisir ulang ijazahnya.

Namun dalam perjalannnya, ijazah SMA yang sempat dipamerkan JR kepada awak media itu hilang. Sehingga, ia menggunakan Surat Keterangan Pengganti Ijazah (SKPI) untuk memenuhi rekomendasi Bawaslu tersebut.

"Saya menitipkan ijazah itu untuk dilegalisir oleh tim saya ke Jakarta. Saat proses mereka berada di Jakarta, ijazah itu hilang akibat kelalaian tim saya. Tim saya lalu mengurus surat kehilangannya, saya kemudian mengurus SKPI-nya, karena tidak bisa diwakilkan,"tambah JR.

JR mengaku, proses penerbitan SKPI itu bukan tanpa syarat. Selain keaslian sesuai nomor ijazah dan sidik jari, JR juga menghadirkan sejumlah rekannya semasa sekolah, untuk membuktikan dirinya memang pernah bersekolah dan tamat dari SMA Ikhlas Prasetia.

"Saya sampai membawa 15 orang teman saya semasa sekolah sebagai saksi. Mereka semua lengkap ijasahnya. Ada juga yang jadi tentara. Jadi tidak ada alasan sebenarnya KPU menyangsikan keabsahan SKPI itu," tandasnya.

JR berharap, agar KPU kooperatif atas upaya verifikasi ijazah SMA miliknya. JR pun menegaskan hanya ingin agar KPU memenuhi rekomendasi lanjutan Bawaslu, jika legalisir ijasah SMA JR sudah dilakukan.

JR juga berencana mencabut gugatannya ke Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara terhadap KPU, atas kasus sengketa pencalonan tersebut.

"Cuma itu keinginan kita. Ditetapkan sebagai pasangan calon.‎ Tak perlu pengocokkan nomor urut ulang, atau mengotak-atik jadwal kampanye yang ada saat ini. Menyesuaikan saja. Kalau dipenuhi KPU, ya untuk apalagi kita gugat di PT TUN," tukasnya.

 

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini