JAKARTA - Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto mengungkapkan bahwa sampai saat ini jajarannya masih melakukan proses penyelidikan dan investigasi atas dua peristiwa kecelakaan yang menimpa alat utama sistem persenjataan (Alutsista) milik TNI.
Kecelakaan pertama terjadi menimpa satu unit Tank M113A1 milik TNI AD di Sungai Bogowonto Purworejo, Jawa Tengah yang sedang melaksanakan Out Bond bersama 20 anak-anak Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan TK Sindurjan. Tak lama berselang, kapal motor cepat (KMC) AD-16-05 milik Kodam Jaya tenggelam di perairan Kepulauan Seribu.

(Baca Juga: Kecelakaan Kapal dan Tank TNI, Pengamat: Harus Dicek Usia dan Kelaikannya)
"Saat ini masih dalam proses penyelidikan dan investigasi (kecelakaan Tank dan Kapal)," kata Hadi di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Rabu (14/3/2018).
Hadi melanjutkan, proses penyelidikan dan investigasi itu dilakukan untuk mengetahui penyebab pasti dari dua insiden tersebut. Hal itu, kata dia untuk mencari pasti apakah memang kesalahan teknis atau human eror.
"Penyebab-penyebabnya apa baik itu di Bogowonto maupun di Pulau Seribu sehingga apakah permasalahan human eror, apakah permasalahan mekanik itu nanti setelah ada hasilnya dari tim investigasi," papar Hadi.