Soal Kecelakaan Tank dan Kapal, Panglima TNI: Masih Proses Investigasi

Puteranegara Batubara, Jurnalis · Rabu 14 Maret 2018 10:29 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 03 14 337 1872458 soal-kecelakaan-tank-dan-kapal-panglima-tni-masih-proses-investigasi-wv3TGRvsVA.jpg Panglima TNI Masekal TNI Hadi Tjahjanto Bersama Jajaran TNI dan Kapolri di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur (foto: Puteranegara B/Okezone)

JAKARTA - Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto mengungkapkan bahwa sampai saat ini jajarannya masih melakukan proses penyelidikan dan investigasi atas dua peristiwa kecelakaan yang menimpa alat utama sistem persenjataan (Alutsista) milik TNI.

Kecelakaan pertama terjadi menimpa satu unit Tank M113A1 milik TNI AD di Sungai Bogowonto Purworejo, Jawa Tengah yang sedang melaksanakan Out Bond bersama 20 anak-anak Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan TK Sindurjan. Tak lama berselang, kapal motor cepat (KMC) AD-16-05 milik Kodam Jaya tenggelam di perairan Kepulauan Seribu.

Tank TNI Tenggelam di Purworejo, Kepala Sekolah PAUD Ananda dan Anggota TNI Meninggal

(Baca Juga: Kecelakaan Kapal dan Tank TNI, Pengamat: Harus Dicek Usia dan Kelaikannya)

"Saat ini masih dalam proses penyelidikan dan investigasi (kecelakaan Tank dan Kapal)," kata Hadi di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Rabu (14/3/2018).

Hadi melanjutkan, proses penyelidikan dan investigasi itu dilakukan untuk mengetahui penyebab pasti dari dua insiden tersebut. Hal itu, kata dia untuk mencari pasti apakah memang kesalahan teknis atau human eror.

"Penyebab-penyebabnya apa baik itu di Bogowonto maupun di Pulau Seribu sehingga apakah permasalahan human eror, apakah permasalahan mekanik itu nanti setelah ada hasilnya dari tim investigasi," papar Hadi.

Di sisi lain, Hadi merasa sangat prihatin terhadap dua kecelakaan tersebut. Dia menekankan, pihaknya tidak ingin kejadian seperti ini terulang kembali ke depannya.

"Pertama kecelakaan itu tentunya kami tidak menginginkan terjadi," ucap Hadi.

Diketahui, kecelakaan Tank di Purworejo itu menewaskan seorang prajurit TNI AD Pratu Randi dan Ketua Yayasan TK Ananda, Iswandari. Mereka berdua tewas karena terseret arus dari Sungai Bogowonto. Sementara untuk kapal TNI yang tenggelam di Pulau Seribu, tidak ada korban jiwa.

(Baca Juga: Komisi I DPR Minta TNI Utamakan Aspek Keselamatan Sebelum "Pamer" Alutsista)

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini